Diduga Tak Sesuai Standar BGN, Bangunan Calon Dapur MBG SPPG Rawang Oguang ID 87FP3Y di Kuantan Hilir Seberang Disorot
- account_circle Sugianto
- calendar_month 1 jam yang lalu

KUANTAN HILIR SEBERANG, KUANSING,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program prioritas nasional diduga ternodai dengan adanya bangunan calon Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kondisinya memprihatinkan di Kabupaten Kuantan Singingi.
Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan pada Sabtu, 18 Oktober 2026 sekitar pukul 16:00 WIB, di Jl. Jend. Sudirman, Kec. Kuantan Hilir Seberang, ditemukan bangunan yang diduga merupakan calon dapur MBG.
Bangunan tersebut teridentifikasi melalui spanduk yang terpasang di lokasi bertuliskan:
BADAN GIZI NASIONAL – INSYAALLAH Disini Akan Dibangun SATUAN PELAYANAN PEMENUHAN GIZI (SPPG) – SPPG RAWANG OGUANG KUANTAN HILIR SEBERANG – ID DAPUR : 87FP3Y – Yayasan AL KHAIR MADANI SEJAHTERA
Dokumentasi GPS Map Camera oleh Sugianto mencatat lokasi tepat berada di Koordinat Lat -0.476822 Long 101.750139, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Riau, Plus Code 6PF3GQF2+73.
Dari pantauan di lokasi, kondisi bangunan tersebut diduga belum memenuhi standar ketat yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Bangunan yang diduga akan menjadi tempat memasak makanan untuk ribuan anak sekolah tersebut tampak dindingnya masih berupa batako kasar yang belum diplester, rangka atap baja ringan yang diduga belum terpasang sempurna, serta area sekitar yang dipenuhi semak belukar dan berserakan bekas karung semen.
Padahal, sesuai standar BGN, sebuah SPPG wajib memiliki bangunan minimal 400 m2, lantai anti bakteri, instalasi listrik 3 phase, sistem filtrasi air bersih, IPAL, minimal 16 titik CCTV, sistem sirkulasi udara, dan harus memenuhi standar Higiene Sanitasi dan Sertifikasi Halal.
Ketua PWMOI Kuansing Sugianto yang turun langsung ke lokasi mempertanyakan pengawasan.
“Kita dukung penuh program MBG Bapak Presiden Prabowo. Tapi kalau calon dapurnya seperti ini kondisinya, kita patut pertanyakan. Ini makanan untuk anak-anak kita, bukan untuk ternak. Jangan sampai program bagus ini diduga dikerjakan asal jadi demi mengejar insentif APBN,” ujar Sugianto.
Perlu diketahui, berdasarkan pernyataan resmi Kepala BGN Dadan Hindayana, pembangunan fisik SPPG sepenuhnya berasal dari kontribusi mitra atau yayasan tanpa menggunakan APBN. Mitra umumnya mengeluarkan investasi sekitar Rp2 Miliar. Namun setelah beroperasi, dapur tersebut akan menerima insentif dari negara.
Dengan sistem tersebut, diduga rawan terjadi praktik yayasan yang hanya meminjamkan nama, sementara kualitas bangunan dan operasional diserahkan seadanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Yayasan AL KHAIR MADANI SEJAHTERA selaku pemilik SPPG Rawang Oguang ID 87FP3Y tersebut belum dapat dikonfirmasi. Upaya konfirmasi melalui kontak yang tertera di lapangan masih terus dilakukan.
Redaksi selalu membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada pihak Yayasan AL KHAIR MADANI SEJAHTERA, BGN, maupun pihak terkait lainnya sesuai dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.(Tim PWMOI Kuansing)
- Penulis: Sugianto
- Sumber: Tim PWMOI Kuansing









Saat ini belum ada komentar