HUT ke-81 RI, Asliza SKM. MSI : Semangat Kemerdekaan Harus Hadir dalam Setiap Pelayanan kepada Pasien
- account_circle Riskal
- calendar_month Ming, 16 Agu 2026

PASAMAN, SAIBERNEWS.COM,16 AGUSTUS 2026 — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya diperjuangkan oleh para pahlawan di masa lalu, tetapi juga harus diisi dengan pengabdian dan kerja nyata pada masa kini.(8/16)
Bagi Asliza, SKM, M.Si, Kabid Keperawatan RSUD Tuanku Imam Bonjol Pasaman, salah satu bentuk nyata mengisi kemerdekaan adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sebagai tenaga yang berada di garis depan pelayanan rumah sakit, ia menilai semangat kemerdekaan harus tercermin melalui kepedulian, ketulusan dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada setiap pasien.
“Kemerdekaan adalah anugerah sekaligus tanggung jawab. Bagi kami yang bekerja di bidang pelayanan kesehatan, salah satu cara mengisinya adalah dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan tulus, profesional dan penuh rasa kemanusiaan,” ujar Asliza.
Menurutnya, pasien yang datang ke rumah sakit bukan hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga membutuhkan rasa aman, perhatian dan dukungan selama menjalani proses pelayanan kesehatan.
Karena itu, Asliza mengajak seluruh jajaran keperawatan RSUD Tuanku Imam Bonjol untuk menjadikan momentum HUT ke-81 RI sebagai pengingat agar semangat pengabdian terus ditingkatkan.
Perawat Tidak Hanya Memberikan Pelayanan, Tetapi Juga Kehadiran
Asliza mengatakan, profesi perawat memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan pasien. Dalam banyak kondisi, perawat menjadi salah satu tenaga kesehatan yang paling sering berinteraksi langsung dengan pasien dan keluarga.
Karena itu, menurutnya, pelayanan keperawatan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan komunikasi yang baik dan sikap humanis.
“Pasien datang dengan kondisi yang berbeda-beda. Ada yang sedang sakit, ada yang cemas, ada keluarga yang sedang khawatir. Karena itu kita harus hadir bukan hanya dengan kemampuan sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga dengan empati,” katanya.
Ia berharap seluruh tenaga keperawatan mampu menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
Sebab, menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan bagian penting dalam keberhasilan pelayanan kesehatan.
Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur Dimulai dari Pelayanan yang Baik
Mengacu pada tema resmi HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Asliza menilai nilai tersebut juga dapat diwujudkan melalui pelayanan publik yang berkualitas.
Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan bagian dari kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, setiap masyarakat harus mendapatkan pelayanan secara baik tanpa membedakan latar belakang.
“Pelayanan kesehatan adalah hak masyarakat. Maka kita harus memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada siapa pun yang datang dan membutuhkan pertolongan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas kesehatan sebagai aset bersama.
RSUD Tuanku Imam Bonjol, katanya, bukan hanya tempat bekerja bagi tenaga kesehatan, tetapi merupakan bagian penting dari pelayanan publik di Kabupaten Pasaman.
Semangat Kemerdekaan, Semangat untuk Terus Berbenah
Asliza menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan tidak akan pernah berhenti. Setiap masukan dari masyarakat, menurutnya, dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan ke depan.
Ia pun mengajak seluruh jajaran keperawatan untuk terus meningkatkan kompetensi, disiplin dan komunikasi dengan pasien maupun keluarga pasien.
“Kita ingin setiap pasien yang datang mendapatkan pelayanan yang baik. Kalau masih ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama. Semangat kemerdekaan harus menjadi semangat bagi kita untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik,” tuturnya.
Dalam momentum HUT ke-81 RI, Asliza juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugas meskipun peringatan kemerdekaan berlangsung.
Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan pekerjaan yang tidak mengenal hari libur. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, tenaga kesehatan harus tetap hadir.
“Ini juga bagian dari pengabdian kami. Ketika sebagian masyarakat merayakan kemerdekaan bersama keluarga, ada tenaga kesehatan yang tetap berada di rumah sakit untuk memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan,” katanya.
Ia berharap semangat pengabdian tersebut terus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh jajaran RSUD Tuanku Imam Bonjol.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita isi kemerdekaan dengan pengabdian, kepedulian dan kerja nyata. Dari rumah sakit, kami ingin ikut memberikan kontribusi melalui pelayanan kesehatan yang semakin baik, profesional dan humanis bagi masyarakat Pasaman,” pungkas Asliza.***
- Penulis: Riskal









Saat ini belum ada komentar