Menembus Batas Daerah Lewat Karya, Tantri Subekti Gaungkan Semangat Silaturahmi Seni di Bekasi
- account_circle SUKESIH
- calendar_month Sen, 12 Okt 2026

BEKASI ,SAIBERNEWS.COM — Seni tidak pernah mengenal batas wilayah. Ia tumbuh dari kebebasan berekspresi, menemukan makna melalui karya, dan menyatukan manusia lewat bahasa keindahan yang melampaui jarak serta perbedaan.
Semangat itulah yang dibawa Tantri Subekti, pegiat seni, sastra, dan kebudayaan asal Kota Dumai, Riau, saat menghadiri kegiatan “Merangkai Kreativitas dalam Karya” yang diselenggarakan Dewan Kesenian Daerah Bekasi di Gedung Creative Center Bekasi, Minggu (11/10/2026).
Kehadiran Tantri menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antarpelaku seni dan budaya. Ia secara khusus diundang untuk memberikan sambutan dalam kegiatan yang mempertemukan seniman, komunitas kreatif, dan berbagai unsur masyarakat, termasuk pejabat daerah Bekasi.
Bagi Tantri, kesempatan tersebut bukan sekadar menghadiri sebuah perhelatan kesenian, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi dan penjajakan kerja sama kebudayaan antara pelaku seni dari Dumai dan Bekasi.
Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi Budaya
Perjalanan dari Dumai menuju Bekasi membawa makna tersendiri. Dua daerah dengan latar budaya berbeda dipertemukan oleh satu semangat yang sama, yakni menjaga kehidupan seni agar terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kehadiran Tantri sekaligus mencerminkan bahwa seniman daerah memiliki kesempatan untuk membangun jaringan kebudayaan yang lebih luas.
Sebab karya seni tidak hanya berbicara tentang keindahan, tetapi juga menyimpan kekuatan untuk membuka percakapan, mempertemukan pemikiran, dan membangun persaudaraan.
Di mana karya mendapatkan ruang, di sanalah persahabatan menemukan jalannya.
Kreativitas Membatik, Melukis dengan Kopi, hingga Musik Kontemporer
Kegiatan ini dikemas melalui kolaborasi Komite Kreatif, Komite Musik, dan Komite Seni Rupa di bawah naungan Dewan Kesenian Daerah Bekasi.
Sejumlah narasumber dihadirkan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman kreatif kepada peserta.
Barito Hakim Putra membawakan materi ekonomi kreatif melalui kegiatan membatik, memperlihatkan bagaimana warisan budaya dapat berkembang menjadi peluang usaha tanpa kehilangan nilai tradisinya.
Sementara itu, Ranggi Thole memperkenalkan kreativitas seni rupa melalui teknik melukis menggunakan kopi, sebuah pendekatan artistik yang mengubah bahan sederhana menjadi medium ekspresi.
Di bidang musik, Cang Aib menghadirkan materi musik kontemporer, memberikan wawasan mengenai eksplorasi bunyi, irama, dan perkembangan kreativitas dalam dunia musik modern.
Kehadiran Adeliya Bunga Pramudia sebagai bintang tamu turut menambah warna perhelatan seni tersebut.
Rangkaian kegiatan mendapat perhatian para tamu undangan dan peserta yang hadir. Perpaduan materi kreatif, seni rupa, serta musik menghadirkan suasana yang memperlihatkan keberagaman potensi kesenian.
Tantri Subekti dan Harapan Besar bagi Seni Daerah
Bagi Tantri Subekti, pertemuan antarseniman merupakan bagian penting dalam membangun masa depan seni dan budaya.
Pertukaran gagasan, pengalaman, dan kreativitas memungkinkan para pelaku seni dari berbagai daerah saling belajar sekaligus membuka peluang kerja sama.
Dumai dengan kekayaan tradisi Melayu memiliki identitas budaya yang kuat. Begitu pula Bekasi dengan keberagaman komunitas dan ekspresi seninya.
Keduanya memiliki peluang untuk saling memperkenalkan karya, mengembangkan kegiatan bersama, dan memperluas ruang apresiasi bagi para seniman.
Kehadiran Tantri di Bekasi menjadi langkah dalam membangun komunikasi kebudayaan yang diharapkan tidak berhenti pada sebuah pertemuan, tetapi dapat berlanjut menjadi kolaborasi nyata.
Seni yang Hidup Adalah Seni yang Mempertemukan
Perhelatan “Merangkai Kreativitas dalam Karya” memberikan gambaran bahwa kemajuan kesenian bukan hanya diukur dari kemegahan panggung atau banyaknya karya yang ditampilkan.
Lebih dari itu, seni memperoleh maknanya ketika mampu menginspirasi, memberikan pengetahuan, serta menghadirkan hubungan yang lebih erat di tengah masyarakat.
Dari batik yang menjaga jejak tradisi, lukisan kopi yang menawarkan kreativitas baru, hingga musik kontemporer yang membuka ruang ekspresi, seluruhnya menjadi bagian dari keberagaman seni yang terus berkembang.
Di tengah semangat tersebut, kehadiran Tantri Subekti dari Kota Dumai membawa pesan tentang pentingnya merawat persaudaraan antarseniman Nusantara.
Karena sejauh apa pun langkah seorang seniman menjelajahi negeri, karya akan selalu menjadi bahasa perjumpaan, sementara silaturahmi adalah warisan yang membuat perjalanan itu berarti.
Dari Dumai ke Bekasi, sebuah pertemuan telah terjalin. Dan dari pertemuan itulah, harapan akan lahirnya kolaborasi kebudayaan lintas daerah terus menemukan ruang untuk tumbuh.
- Penulis: SUKESIH









Saat ini belum ada komentar