Pantauan Tim Media Gabungan Buktikan Narasi Kerusakan Tidak Akurat, Quarry Durian Tandang Sudah Dihentikan APH Polsek Tambang
- account_circle B.Marbun
- calendar_month Sab, 16 Mei 2026

Tambang – Kampar – Riau | Saibernews.com. Merespons pemberitaan sejumlah media yang beredar luas terkait aktivitas quarry atau galian C di Dusun III Durian Tandang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, pihak pengelola quarry menyatakan hak jawab secara resmi dan meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh fakta lapangan diverifikasi secara objektif. Dua fakta krusial yang luput dari seluruh pemberitaan sebelumnya kini telah terkonfirmasi: pertama, aktivitas quarry tersebut telah dihentikan oleh aparat penegak hukum Polsek Tambang; kedua, pantauan langsung tim media gabungan di lokasi membuktikan bahwa sejumlah klaim kerusakan yang dinarasikan secara dramatis dalam pemberitaan tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Tim media gabungan yang melakukan pantauan langsung ke lokasi quarry di Dusun III Durian Tandang menemukan fakta-fakta yang berbeda secara signifikan dari narasi yang selama ini dibangun dalam pemberitaan yang beredar. Jembatan penghubung antara Dusun I Kualu dan Dusun III Durian Tandang yang diklaim “miring dan terancam ambruk” terkonfirmasi berada dalam kondisi normal tanpa kemiringan yang signifikan. Jarak antara bibir sungai dengan bangunan rumah warga terkonfirmasi jauh melebihi klaim “tinggal satu meter” yang disebut dalam pemberitaan. Lebih jauh, klaim tentang pohon-pohon kelapa sawit milik warga yang “tumbang akibat abrasi” juga tidak ditemukan faktanya di lokasi — tidak ada pohon sawit tumbang yang dapat dikonfirmasi keberadaannya oleh tim media gabungan yang turun langsung ke lapangan.
Pengelola quarry menyatakan bahwa temuan tim media gabungan tersebut mempertegas apa yang sejak awal mereka sampaikan — bahwa narasi dalam pemberitaan yang beredar mengandung dramatisasi yang tidak mencerminkan kondisi aktual. “Kami tidak menolak diawasi dan diperiksa. Justru fakta lapangan yang telah dikonfirmasi oleh tim media gabungan inilah yang seharusnya menjadi rujukan publik, bukan pernyataan-pernyataan anonim yang tidak bisa diverifikasi,” ujar perwakilan pengelola. Pengelola menegaskan bahwa pihaknya menghormati kekhawatiran warga, namun kekhawatiran yang sah sekalipun tidak bisa dijadikan pembenar bagi penyebaran informasi yang tidak akurat kepada publik luas.
Terkait penghentian operasional, pengelola mengonfirmasi bahwa Polsek Tambang selaku aparat penegak hukum setempat telah turun tangan dan menghentikan aktivitas quarry dimaksud. Fakta ini sepenuhnya absen dari seluruh pemberitaan yang beredar, sehingga menciptakan kesan keliru seolah-olah tidak ada respons apapun dari pihak berwenang atas laporan warga. Absennya fakta penghentian oleh APH ini dari narasi pemberitaan menunjukkan bahwa proses konfirmasi kepada seluruh pihak terkait tidak dilakukan secara menyeluruh sebelum berita dipublikasikan — sebuah celah serius dalam prosedur jurnalistik yang semestinya tidak terjadi.
Pengelola juga menyoroti bahwa pemberitaan yang beredar seluruhnya bertumpu pada pernyataan warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, tanpa satu pun konfirmasi dari pihak pengelola, instansi teknis pemerintah, maupun ahli geologi atau sipil yang kompeten. Prinsip cover both sides yang menjadi standar minimum jurnalisme bertanggung jawab seharusnya mewajibkan media untuk memberikan ruang hak jawab kepada pengelola sebelum berita ditayangkan. Ketiadaan konfirmasi berimbang ini menjadikan narasi yang tersebar bersifat satu sisi dan berpotensi menimbulkan kerugian reputasi yang tidak adil bagi pihak pengelola.
Pengelola quarry Durian Tandang menyatakan kesiapan penuh untuk kooperatif dalam setiap proses klarifikasi, verifikasi lapangan, maupun pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh pihak berwenang. Dengan telah dihentikannya aktivitas oleh Polsek Tambang dan terkonfirmasinya kondisi lapangan yang tidak sesuai narasi dramatis pemberitaan, pengelola berharap publik dan seluruh pemangku kepentingan dapat menyikapi kasus ini secara proporsional berdasarkan fakta yang terverifikasi. “Kami terbuka sepenuhnya. Silakan datang, lihat langsung, dan bandingkan dengan apa yang ditulis di media,” pungkas perwakilan pengelola.
- Penulis: B.Marbun









Saat ini belum ada komentar