Polsek Siak Hulu Kawal Proyek Jagung 10 Hektar, Target Panen Agustus 2026
- account_circle B.MARBUN
- calendar_month Sel, 26 Mei 2026

KAMPAR,SAIBERNEWS.COM – Polsek Siak Hulu terus mengawal program swasembada pangan di wilayah hukumnya. Upaya itu terlihat dari pemantauan intensif terhadap proyek penanaman jagung pipil seluas 10 hektare milik Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur [KOPPSA-M] di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
Pemantauan terbaru dilakukan Selasa [26/5/2026] pukul 09.30 WIB oleh Bhabinkamtibmas Desa Pangkalan Baru, Aiptu Ady Suryono. Ia turun langsung ke lahan untuk mengecek perkembangan tanaman jagung yang memasuki usia 16 hari sejak ditanam pada 9 Mei lalu.
“Langkah ini kami lakukan untuk memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan lancar dan tidak ada hambatan teknis di lapangan. Pengawalan ini juga bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional,” ujar Aiptu Ady di lokasi.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi Polsek Siak Hulu dengan KOPPSA-M. Kerja sama tersebut digulirkan untuk menyukseskan target swasembada pangan 2026 yang dicanangkan pemerintah pusat. Seluruh jajaran Polres Kampar turut memantau progresnya sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Berdasarkan data di lapangan, seluruh area seluas 10 hektare kini telah rampung ditanami jagung pipil berkualitas tinggi. Untuk mengisi lahan tersebut, kelompok tani menggunakan 160 kilogram bibit unggul dengan sistem tanam monokultur guna memaksimalkan serapan nutrisi tanah.
Kondisi tanah di lokasi dinilai sangat mendukung. Lahan berada di zona bebas banjir dengan tingkat kesuburan yang baik. Dari hasil pantauan, tunas jagung sudah mulai tumbuh merata dengan kondisi sehat.
Jika perkembangan tetap optimal, panen raya diproyeksikan jatuh pada 19 Agustus 2026. Estimasi itu dihitung berdasarkan siklus hidup varietas jagung yang digunakan.
Selain mengecek pertumbuhan tanaman, petugas juga menemukan para buruh tani sedang bergotong royong memasang tiang dan jaring di sekeliling kebun. Langkah itu diambil untuk mengantisipasi serangan hama monyet liar yang kerap merusak tanaman pada fase vegetatif.
“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Kalau dibiarkan, hama bisa mengganggu pertumbuhan dan menurunkan hasil panen,” kata Aiptu Ady.
Dalam kesempatan itu, ia juga berdialog dengan pengurus koperasi dan perangkat desa. Aiptu Ady menyampaikan imbauan kamtibmas sekaligus mengajak seluruh pihak merapatkan barisan mendukung Program Asta Cita pemerintah.
Menurutnya, sinergi antara Polri, koperasi, dan masyarakat tani menjadi kunci keberhasilan program ketahanan pangan. “Kalau semua unsur bersatu, target swasembada pangan bukan sekadar wacana. Ini bisa benar-benar terwujud di tingkat desa,” tegasnya.
Program swasembada pangan menjadi salah satu prioritas nasional tahun 2026. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi komoditas strategis seperti jagung, beras, dan kedelai melalui pemanfaatan lahan produktif serta penguatan peran koperasi petani.
Di Kampar, kolaborasi antara kepolisian dan koperasi dinilai menjadi model pendampingan yang efektif. Selain menjaga stabilitas keamanan, kehadiran aparat di lapangan juga membantu mempercepat penyelesaian kendala teknis yang dihadapi petani.
Dengan progres yang sudah mencapai 100 persen penanaman, proyek jagung 10 hektare di Desa Pangkalan Baru kini memasuki tahap perawatan intensif. Keberhasilan panen nanti diharapkan dapat memperkuat stok pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani setempat.
- Penulis: B.MARBUN








Saat ini belum ada komentar