Pacific Partnership 2026 Resmi Ditutup, TNI dan US Navy Perkuat Sinergi Kesiapsiagaan Bencana di Sibolga-Tapteng
- account_circle Sib
- calendar_month Jum, 31 Jul 2026

Sibolga,SAIBERNEWS.COM – Latihan Bersama (Latma) Pacific Partnership 2026 yang berlangsung di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, resmi ditutup pada Kamis (30/7). Kegiatan kemanusiaan yang digelar selama 21–31 Juli 2026 tersebut menjadi momentum penguatan kerja sama antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy), pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Simare-mare, Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI diwakili Wakil Kepala Puskes TNI Laksamana Pertama TNI Dr. dr. R.M. Ijahja Nurrobi, M.Kes., Sp.OT(K) Hand, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Dari pihak Amerika Serikat hadir Mission Commander Pacific Partnership 2026, CAPT Robert Reyes.
Wakapuskes TNI didampingi Kepala Unit Kerja Sama Bakti Kesehatan Puskes TNI Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, Sp.KL, yang juga menjabat sebagai Komandan Satuan Tugas Pacific Partnership 2026 di Sibolga dan Tapanuli Tengah.
Upacara diikuti personel gabungan TNI, Polri, US Navy, Basarnas, BPBD, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, KSOP, Pelindo, serta unsur pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dan pelajar. Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan pasukan, laporan pelaksanaan latihan oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr.Opsla, dilanjutkan penyerahan plakat, pelepasan tanda latihan, serta pernyataan resmi penutupan Latma Pacific Partnership 2026.
Dalam sambutannya, Wakapuskes TNI menyampaikan bahwa Pacific Partnership merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas bersama dalam menghadapi situasi darurat dan bencana melalui kolaborasi lintas negara dan lintas sektor.
“Kegiatan Latma Pacific Partnership 2026 ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat dalam menghadapi situasi darurat dan bencana,” ujar Wakapuskes TNI mewakili Kapuskes TNI.
Sementara itu, Mission Commander Pacific Partnership 2026 CAPT Robert Reyes menyampaikan apresiasinya atas kemitraan yang terus terjalin antara Amerika Serikat dan Indonesia.
“Kami bangga dapat kembali bekerja berdampingan dengan Pemerintah Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, dan masyarakat setempat dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana,” kata Reyes.
Latihan bersama tahun ini mengusung tema “Strengthening Partnership, Collaboration, and Interoperability for Crisis Response”. Tema tersebut mencerminkan komitmen kedua negara untuk meningkatkan interoperabilitas, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta membangun kesiapsiagaan kolektif dalam menghadapi berbagai potensi bencana di kawasan.
Selama pelaksanaannya, Pacific Partnership 2026 melibatkan sekitar 5.430 personel bersama masyarakat setempat melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, pelayanan kesehatan, pelatihan penanggulangan bencana, serta penguatan kapasitas institusi sipil dan militer.
Turut hadir dalam upacara penutupan antara lain Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Effendi Lubis, Wali Kota Sibolga H. Ahmad Syukri Nazry Penarik, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan Bea Cukai dan Imigrasi Sibolga.
Seluruh rangkaian kegiatan Pacific Partnership 2026 di Sibolga dan Tapanuli Tengah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Program ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Amerika Serikat, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan dan bencana di masa mendatang.***
- Penulis: Sib








Saat ini belum ada komentar