Breaking News
light_mode
Trending Tags

Konferensi Pers: Tim Kasat Reskrim Polres Siak Berhasil Ungkap Kasus Warga Tewas di RSUD Tengku Rafian 

  • account_circle Sugianto
  • calendar_month Sel, 4 Agu 2026

SIAK,SAIBERNEWS.COM – Satuan Reserse Kriminal Polres Siak secara resmi menuntaskan penyelidikan kasus penemuan jenazah dr. Alex Cristo Loris yang ditemukan di semak belukar samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Hasil penyelidikan menyatakan korban meninggal dunia akibat bunuh diri. Tidak ditemukan unsur tindak pidana pembunuhan dalam kasus ini.

Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang dipimpin Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H, Selasa (4/8/2026).

Turut hadir, Ahli Madya Biddokkes Polda Riau AKBP Supriyanto, Kabid Labfor Polda Riau Dr. Ungkap Siahaan, Ahli Psikologi Forensik UIR Yanwar Arief, Psikolog, Kasat Reskrim Polres Siak Dr. Raja Kosmos Parmulais, S.H., M.H, dan Kanit I Satreskrim IPDA Shahum Yovino Harzi, S.H., M.H.

Bukti Ilmiah Kuatkan Dugaan Bunuh Diri

Penyidik melakukan rangkaian scientific crime investigation meliputi olah TKP, autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, dan psikologi forensik.

Dari olah TKP, korban ditemukan terlentang sekitar 5 meter dari pagar luar RSUD. Di dekatnya ditemukan tas berisi perlengkapan medis: stetoskop, obat anestesi Propofol, ampul Lidocaine, spuit berisi Fentanyl Citrate dan Rocuronium Bromide, serta jarum suntik.

Rekaman CCTV dari 2 sumber menunjukkan korban berjalan seorang diri menuju lokasi pada malam sebelum ditemukan. Tidak terlihat adanya orang lain yang mendampingi.

Hasil autopsi menemukan bekas suntikan di punggung tangan kiri. Pemeriksaan toksikologi menemukan kandungan Rocuronium pada urine, darah, dan ginjal korban.

“Ahli forensik menyimpulkan kematian disebabkan efek Rocuronium yang mengakibatkan kelumpuhan total otot pernapasan sehingga korban mengalami mati lemas atau asfiksia,” jelas Kapolres.

Labfor Polda Riau juga menguatkan bahwa bercak darah pada jarum suntik identik dengan DNA korban. Ini menunjukkan jarum tersebut digunakan oleh korban sendiri dan mengandung Rocuronium. Memar di kepala tidak menjadi penyebab kematian.

Ada Tekanan Psikologis dan Pesan Terakhir

Hasil psikologi forensik menyebut korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat akumulasi persoalan, seperti tekanan finansial, beban pendidikan PPDS Anestesi, dan tanggung jawab keluarga.

Sebagai peserta PPDS Anestesi, korban memiliki pengetahuan dan akses terhadap obat-obatan anestesi yang mempermudah tindakan tersebut.

Dari pemeriksaan digital forensik pada ponsel korban, ditemukan pesan yang belum terkirim ke istrinya bertuliskan, “Maaf sayang, aku udah enggak tertolong lagi.” Ditemukan juga riwayat keluhan utang pinjaman online, indikasi penggunaan uang berlebihan, dan catatan pribadi terkunci.

Selama proses penyelidikan, penyidik telah memeriksa 14 orang saksi dari petugas keamanan, rekan kerja, tenaga medis, keluarga, hingga ahli farmakologi.

Kesimpulan: Tidak Ada Tindak Pidana

Berdasarkan seluruh alat bukti, keterangan saksi, hasil autopsi, labfor, digital dan psikologi forensik, penyidik menyimpulkan tidak ada fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan.

“Penyebab kematian almarhum dr. Alex Cristo Loris disimpulkan sebagai akibat dari perbuatannya sendiri,” tegas Kapolres.

Polres Siak menyampaikan duka mendalam kepada keluarga dan mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan serta menghormati privasi keluarga almarhum.***

  • Penulis: Sugianto

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satpol PP Kuansing Siap, 3 Tim Baru Dikukuhkan untuk Sukseskan Pacu Jalur 2026

    Satpol PP Kuansing Siap, 3 Tim Baru Dikukuhkan untuk Sukseskan Pacu Jalur 2026

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • account_circle Maryanto
    • visibility 80
    • 0Komentar

    KUANTAN SINGINGI,SAIBERNEWS.COM – Menjelang pelaksanaan Event Nasional Pacu Jalur 2026, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menggelar Apel Gelar Pasukan dan Pengukuhan Tim Kerja Satpol PP. Kegiatan dipimpin Pj Sekretaris Daerah Drs. Muradi, mewakili Plt. Bupati Kuansing H. Muklisin, Selasa (4/8/2026) di halaman Kantor Satpol PP. Apel ini menjadi penanda kesiapan seluruh personel dalam mengamankan salah satu […]

  • Modus “Amplop” Terbongkar..! Bupati Kuansing Diduga Peras Ratusan Petani untuk Sogok Kemenhut

    Modus “Amplop” Terbongkar..! Bupati Kuansing Diduga Peras Ratusan Petani untuk Sogok Kemenhut

    • calendar_month Sel, 14 Jul 2026
    • account_circle Sugianto
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Kuantan Singingi,– Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap dugaan modus baru dalam kasus OTT Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby. Bupati diduga mengumpulkan uang dari ratusan petani untuk keperluan yang mengarah ke Kementerian Kehutanan. Pengungkapan ini mencuat dalam diskusi program “Kompas Satu Meja The Forum” yang membahas kasus “Amplop Raja Juli, Suap atau Gratifikasi?” Berdasarkan keterangan awal penyidik, […]

  • Advokat Donal Henri Samosir Soroti Kasus PPA di Polres Solsel: Desak Transparan Soal SP2HP dan Penyidik, Jangan Gabungkan Hukum Positif dengan Hukum Adat

    Advokat Donal Henri Samosir Soroti Kasus PPA di Polres Solsel: Desak Transparan Soal SP2HP dan Penyidik, Jangan Gabungkan Hukum Positif dengan Hukum Adat

    • calendar_month 13 jam yang lalu
    • account_circle Sugianto
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SOLOK SELATAN,,SAIBERNEWS.COM Kasus Dugaan Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) berupa persetubuhan anak di bawah umur yang dilaporkan ke Polres Solok Selatan sejak 18 Desember 2025 dengan Nomor LP/81/XII/2025/SPKT hingga kini belum menemui titik terang. Kinerja Polres Solsel pun mendapat sorotan tajam dari praktisi hukum. Hampir 10 bulan berlalu, pelaku utama diduga belum juga […]

  • Rutan Kelas I Labuhan Deli kegiatan Pembagian Alat Mandi Dan pelengkapan Pembersih Pakaian Kepada Seluruh Warga Binaan 

    Rutan Kelas I Labuhan Deli kegiatan Pembagian Alat Mandi Dan pelengkapan Pembersih Pakaian Kepada Seluruh Warga Binaan 

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • account_circle Gito
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Labuhan Deli — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Labuhan Deli melaksanakan kegiatan pembagian alat mandi dan perlengkapan pembersih pakaian kepada seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pada Selasa (30/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan hak dasar warga binaan sekaligus peningkatan kebersihan dan kesehatan lingkungan hunian. Kegiatan pembagian tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Rutan […]

  • Kesabaran Habis..! Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Laporkan Dugaan Pencurian Hasil Sawit ke Polda Riau

    Kesabaran Habis..! Kelompok Tani 80 Sumber Berkah Laporkan Dugaan Pencurian Hasil Sawit ke Polda Riau

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • account_circle Sugianto
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Riau,Saibernews.com – Kesabaran Kelompok Tani 80 Sumber Berkah akhirnya habis. Setelah belasan tahun mengelola dan merawat kebun kelapa sawit di Desa Muara Langsat, Kabupaten Kuantan Singingi, mereka mengaku kehilangan penguasaan atas lahan tersebut secara sepihak. Langkah hukum pun ditempuh. Kelompok tani resmi melaporkan Esron Napitupulu ke Polda Riau atas dugaan tindak pidana Pencurian Dengan Pemberatan […]

  • Pelayanan Rumah Sakit KHZ Musthofa Memburuk, Kabid Pelayanan Menjadi Sorotan

    Pelayanan Rumah Sakit KHZ Musthofa Memburuk, Kabid Pelayanan Menjadi Sorotan

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Dede
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Saibernews.com, Tasikmalaya | Permasalahan pelayanan rumah sakit kembali menjadi sorotan publik, khususnya di RS KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya. Keluhan utama yang banyak disampaikan pasien dan keluarga adalah terkait lamanya waktu tunggu pelayanan. Kondisi ini dinilai berpotensi menurunkan mutu layanan kesehatan serta mengurangi kepuasan pasien yang datang dengan harapan memperoleh pelayanan cepat dan tepat.   Ketua […]

expand_less Back to top