Lima Negara Bertemu di Dumai, Tantri Subekti Ungkap Mimpi Besar di Balik Perkemahan Seni SE-ASEAN
- account_circle Sukesih
- calendar_month Sen, 21 Sep 2026

DUMAI,SAIBERNEWS.COM— Pantai Tantrayana, Teluk Makmur, Kota Dumai, mendadak menjadi ruang perjumpaan budaya Asia Tenggara. Selama tiga hari, 11–13 September 2026, kawasan tersebut dipenuhi pertunjukan seni, dialog budaya dan pertemuan para pegiat seni dari lima negara.
Perkemahan Dialog Seni dan Budaya SE-ASEAN itu mempertemukan pelaku budaya dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam dalam satu rangkaian kegiatan yang mengusung semangat persahabatan dan kebersamaan negara-negara serumpun.
Bagi masyarakat Dumai, kegiatan tersebut menghadirkan pemandangan yang tidak setiap hari ditemui. Sejumlah tokoh budaya, akademisi, artis hingga sutradara film hadir dalam satu ruang bersama masyarakat dan pelaku seni.
Di balik kemeriahan tersebut, terdapat kerja panjang sejumlah orang yang mempersiapkan konsep hingga pelaksanaan kegiatan. Salah satunya Tantri Subekti, yang dipercaya sebagai ketua panitia sekaligus salah seorang penggagas konsep acara.
Tantri dan tim berupaya merancang kegiatan agar tidak sekadar menjadi pertunjukan seni, tetapi juga menjadi ruang bertemunya gagasan, kreativitas dan kebudayaan lintas negara.
Menurut Tantri, keberadaan kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa Dumai memiliki potensi untuk menjadi salah satu ruang pertemuan budaya di kawasan Asia Tenggara.
Namun, menurut dia, pengembangan budaya membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah.
“Budaya dan para pengembangnya seharusnya menjadi perhatian pemerintah sebagai fasilitator. Para praktisi dan pelaku budaya membutuhkan ruang untuk mengekspresikan ide dan gagasan agar budaya tetap bisa dilestarikan,” kata Tantri.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya dan dunia usaha dapat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kegiatan kebudayaan di Dumai.
Menurutnya, keberadaan berbagai perusahaan besar di Dumai juga membuka peluang kolaborasi dalam mendukung kegiatan sosial dan kebudayaan di daerah.
“Dumai memiliki banyak perusahaan besar. Tentunya ada peluang untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan budaya tanah tempatan,” ujarnya.
Budaya dan Posisi Strategis Dumai
Tantri juga menyoroti posisi geografis Dumai yang berada di kawasan Selat Malaka. Posisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi peluang untuk mengembangkan kebudayaan sekaligus pariwisata.
Pertukaran budaya dengan negara-negara tetangga dapat dikembangkan menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya memperkenalkan kesenian daerah, tetapi juga menarik kunjungan wisatawan.
“Dumai memiliki posisi strategis karena berada di jalur Selat Malaka dan berhadapan dengan negara-negara tetangga. Budaya bisa menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan Dumai kepada masyarakat luar,” katanya.
Ia berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda sesaat. Menurutnya, diperlukan kesinambungan agar Dumai memiliki kalender kegiatan seni dan budaya yang dapat menjadi daya tarik tersendiri.
Lima Negara, Satu Semangat Persahabatan
Selama tiga hari, berbagai pertunjukan seni dan kegiatan budaya menjadi bagian dari rangkaian acara. Masyarakat, pengunjung dan tamu undangan mengikuti kegiatan yang dikemas dalam suasana kebersamaan.
Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi mengenai keberagaman budaya di kawasan Asia Tenggara.
Kehadiran delegasi dari lima negara membuat kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran budaya. Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam dipertemukan melalui seni dan kebudayaan.
Di tengah perbedaan bahasa, tradisi dan bentuk kesenian, terdapat satu pesan yang ingin dibangun: kebudayaan dapat menjadi ruang untuk mempererat persahabatan masyarakat negara-negara serumpun.
Perkemahan Dialog Seni dan Budaya SE-ASEAN di Pantai Tantrayana pun meninggalkan satu catatan bagi Dumai: bahwa ruang kreativitas dan kebudayaan dapat tumbuh ketika ada kemauan untuk mempertemukan para pelaku, masyarakat dan berbagai pihak dalam satu panggung.
Bagi Tantri, kegiatan tersebut bukan sekadar acara tiga hari. Ia berharap pertemuan itu menjadi awal dari agenda budaya yang lebih berkelanjutan, sehingga Dumai semakin dikenal sebagai kota yang memiliki ruang bagi seni, budaya dan kreativitas lintas negara.Jika ingin lebih kuat untuk headline portal berita, saya juga bisa buatkan 5 pilihan judul yang lebih “menggigit”, tetapi tetap elegan dan tidak clickbait.***
- Penulis: Sukesih









Saat ini belum ada komentar