Kasat Reskrim Solok Selatan Akp Yogie Biantoro Gagal Total..! Diduga Pembohong Publik, 4 Penambang Tewas di PETI yang Dia Sebut Tak Ada
- account_circle Sugianto
- calendar_month Jum, 9 Okt 2026

Solok Selatan,- Ada yang aneh dan janggal di Polres Solok Selatan. Padahal sebelumnya, awak media sudah konfirmasi langsung kepada Kasat Reskrim Solok Selatan Akp Muhammad Yogie Biantoro, S.Tr.K., S.I.K. terkait maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Solok Selatan.
Jawaban Kasat Reskrim melalui via WhatsApp sangat mengejutkan. Dia mengakui tidak ada aktivitas PETI di Solok Selatan. Bahkan dengan nada menantang, Kasat Reskrim menantang wartawan untuk memastikan informasi tersebut menyebutkan jangan cuma katanya.
Luar biasa. Pernyataan seorang Kasat Reskrim yang seharusnya paling tahu peta kejahatan di wilayahnya.
Namun, informasi 4 orang korban diduga akibat aktivitas PETI tersebut dikirim kembali melalui via WhatsApp kepada Kasat Reskrim, sampai saat ini belum ada balasan, pesan tetap centang dua.
Tapi fakta berbicara lain, Pak Kasat..!
Selasa (6/10/2026) dini hari pukul 01.00 Wib, tebing longsor di lokasi Peti Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir menimbun 4 penambang hingga tewas!
Kalau tidak ada PETI, kenapa ada 4 nyawa melayang di lokasi Peti, Pak Kasat..?
Ini kutipan resmi Kapolres Solok Selatan Akbp Andreanaldo Ademi yang sudah beredar luas di media online nasional sebagai bukti bahwa PETI itu ada.
“Saat mereka bekerja, tebing tiba-tiba longsor dan langsung menimbun para korban. Pekerja lain di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan, namun tebalnya material tanah bercampur batu membuat nyawa keempatnya tidak tertolong,” kata Kapolres Solok Selatan Akbp Andreanaldo Ademi.
“Keempat korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 05.00 Wib dan dibawa ke rumah duka masing-masing,” lanjutnya.
Kapolresnya sendiri mengakui itu adalah lokasi penambangan emas. Kapolresnya mengakui ada aktivitas penambangan. Lalu Kasat Reskrimnya bilang tidak ada Peti..?
Pertanyaan tajam untuk Kasat Reskrim Akp Muhammad Yogie Biantoro:
1. Pak Kasat tidur di mana selama ini..? 4 orang tewas di lokasi PETI kok bisa dibilang tidak ada PETI..?
2. Apakah ini bentuk pembiaran..? Atau memang tidak paham wilayah hukum sendiri..? Seorang Kasat Reskrim seharusnya punya data Intel, punya peta PETI. Bukan malah membantah fakta di lapangan.
3. Kenapa wartawan yang konfirmasi malah ditantang..? Tugas wartawan itu kontrol sosial. Seharusnya dijawab dengan data, bukan dengan tantangan. Ini gaya preman atau gaya penegak hukum..?
4. Ada apa dengan PETI di Solok Selatan..? Kenapa Kasat Reskrim begitu ngotot bilang tidak ada..? Seolah ada yang ditutupi..?
Pernyataan Kasat Reskrim yang membantah adanya PETI, sementara Kapolresnya sendiri mengakui adanya korban di lokasi tambang, adalah kontradiksi yang sangat memalukan dan merusak citra Polri Presisi.
Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto sudah perintahkan sikat habis PETI yang merusak lingkungan. Tapi di Solok Selatan, Kasat Reskrimnya malah bilang Peti tidak ada.
Kami minta Kapolda Sumbar dan Kapolres Solok Selatan untuk mengevaluasi Kasat Reskrim ini. Jangan sampai publik menilai ada dugaan pembiaran PETI di Solok Selatan.
Empat nyawa sudah melayang. Jangan ditutup-tutupi lagi, Pak Kasat.
Usut tuntas PETI di Sungai Paik Hulu..! Jangan cuma bisa menantang wartawan..!(Sugianto)
- Penulis: Sugianto









Saat ini belum ada komentar