PERRUAS Gelar Wisata Puisi di Jepang, 42 Penyair Indonesia Perkenalkan Budaya Nusantara
- account_circle Sukesih
- calendar_month 2 jam yang lalu

OSAKA, JEPANG,SAIBERNEWS.COM— Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) menggelar kegiatan Wisata Puisi dan Pentas Puisi Internasional di Jepang pada 2–7 Oktober 2026. Kegiatan bertema “Memetik Sakura dengan Puisi” ini diikuti 42 penyair dan budayawan dari berbagai daerah di Indonesia sebagai upaya memperkenalkan sastra Nusantara sekaligus memperkuat hubungan budaya antarbangsa.
Dipimpin pendiri dan pembina PERRUAS, Datok Asrizal Nur, rombongan tersebut mengunjungi sejumlah kota di Jepang, antara lain Osaka, Kyoto, dan Nara. Di kota-kota itu, para peserta membacakan puisi dengan membawa beragam latar belakang budaya, tradisi, dan kekayaan bahasa dari daerah masing-masing.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi sastra, tetapi juga sarana diplomasi budaya melalui karya seni dan bahasa. Puisi dipilih sebagai medium untuk menyampaikan pesan persahabatan, kemanusiaan, cinta Tanah Air, serta keberagaman Indonesia kepada masyarakat internasional.
Dalam sambutannya pada puncak Pentas Puisi Internasional di APA Hotel Osaka Umeda, Datok Asrizal Nur menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

Menurut dia, para peserta hadir tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga merepresentasikan keberagaman seni dan budaya Indonesia.
“Wisata puisi ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan menjadikan miniatur keberagaman seni Indonesia yang siap kita tunjukkan ke panggung global,” ujarnya.
Membawa Keberagaman Nusantara ke Panggung Internasional
Sebanyak 42 penyair dan budayawan yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari sejumlah wilayah, antara lain Riau, Jambi, Makassar, Ternate, Kalimantan, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Keberagaman asal peserta memberikan warna tersendiri dalam rangkaian kegiatan. Setiap penyair membawa karakter, pengalaman, dan kekhasan budaya daerahnya melalui karya yang dibacakan.
Melalui penampilan tersebut, PERRUAS berupaya menunjukkan bahwa sastra Indonesia tumbuh dari masyarakat yang beragam, tetapi tetap memiliki semangat kebangsaan dan persaudaraan.
Selain tampil di panggung utama, rombongan juga memanfaatkan sejumlah lokasi di Osaka, Kyoto, dan Nara sebagai ruang apresiasi sastra. Perpaduan puisi dengan suasana kota-kota bersejarah Jepang menjadi bagian dari upaya mendekatkan karya sastra dengan lingkungan budaya yang berbeda.
Kegiatan itu juga mendapat dukungan dari diaspora Indonesia di Jepang. Tiara Inggriani, salah seorang diaspora yang turut membantu penyelenggaraan acara, mengungkapkan bahwa puisi-puisi yang dibawakan para peserta menghadirkan suasana kedekatan dengan Tanah Air.
Puisi bertema cinta Indonesia, kemanusiaan, dan keindahan alam menjadi penghubung emosional bagi warga Indonesia yang tinggal jauh dari kampung halaman.
Puisi sebagai Jembatan Persahabatan Antarbangsa
PERRUAS juga memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan kegiatan. Dokumentasi pembacaan puisi yang dipadukan dengan keindahan alam Jepang dipublikasikan melalui kanal YouTube resmi PERRUAS agar dapat diakses oleh penikmat sastra dari berbagai negara.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas ruang apresiasi terhadap sastra Indonesia, sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat internasional untuk mengenal karya para penyair Nusantara.
Datok Asrizal Nur menegaskan bahwa puisi memiliki kemampuan untuk menjembatani perbedaan bahasa, geografis, dan budaya.
“Puisi adalah bahasa universal yang mampu menembus batas geografi dan perbedaan bahasa. Di Jepang, kami tidak hanya membaca puisi, tetapi menyemaikan nilai persaudaraan dan keindahan kebudayaan Nusantara,” katanya.
Di luar agenda pertunjukan, perjalanan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mempererat silaturahmi dan membangun persaudaraan lintas daerah. Pertemuan para penyair dari berbagai latar belakang memperlihatkan bahwa kesenian dapat menjadi ruang bersama untuk saling mengenal dan menghargai perbedaan.

Melanjutkan Diplomasi Sastra Indonesia
Kegiatan di Jepang menambah daftar perjalanan kebudayaan internasional yang pernah dilakukan PERRUAS. Sebelumnya, perkumpulan tersebut telah menyelenggarakan kegiatan sastra di sejumlah negara, antara lain Turki, Mesir, Oman, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Korea Selatan.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sastra Indonesia, memperluas jejaring antarseniman, serta membangun hubungan kebudayaan dengan masyarakat internasional.
Melalui program “Memetik Sakura dengan Puisi”, PERRUAS berharap semakin banyak penyair Indonesia memperoleh kesempatan untuk tampil di forum internasional. Upaya tersebut sekaligus diharapkan memperkuat peran sastra sebagai sarana pertukaran gagasan, pengenalan identitas bangsa, dan pembangunan persahabatan antarnegara.
Penyelenggaraan kegiatan di Jepang menegaskan bahwa karya sastra tidak hanya hadir sebagai ekspresi seni, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan wajah Indonesia yang beragam, kreatif, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Dengan semangat tersebut, PERRUAS berupaya melanjutkan perjalanan diplomasi sastra ke berbagai negara, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi para sastrawan Nusantara untuk berkarya dan berinteraksi di tingkat global.***
- Penulis: Sukesih









Saat ini belum ada komentar