PERRUAS Gaungkan Sastra Nusantara di Jepang, 42 Penyair Perkuat Diplomasi Budaya Indonesia
- account_circle Sukesih
- calendar_month Ming, 25 Okt 2026

Makasar, Sulawesi Selatan — Sastra Indonesia kembali menembus panggung internasional. Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) menggelar Wisata Puisi dan Pentas Puisi Internasional di Jepang pada 2–7 Oktober 2026, dengan melibatkan 42 penyair dan budayawan dari berbagai daerah di Tanah Air.
Mengusung tema “Memetik Sakura dengan Puisi”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan sastra dan budaya Nusantara kepada masyarakat internasional sekaligus mempererat hubungan persahabatan antarbangsa melalui seni dan literasi.
Dipimpin pendiri dan pembina PERRUAS, Datok Asrizal Nur, rombongan membawa keberagaman ekspresi sastra Indonesia ke sejumlah kota di Jepang, yakni Osaka, Kyoto, dan Nara. Para peserta membacakan karya puisi yang merefleksikan identitas budaya, kecintaan terhadap Tanah Air, nilai kemanusiaan, serta keindahan alam.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi perjalanan kebudayaan, tetapi juga ruang pertemuan bagi para penyair untuk memperkenalkan karya, membangun jejaring, dan menunjukkan bahwa sastra dapat menjadi jembatan komunikasi di tengah perbedaan bahasa dan latar belakang budaya.
Dalam sambutannya pada puncak Pentas Puisi Internasional di APA Hotel Osaka Umeda, Datok Asrizal Nur menegaskan pentingnya membawa kekayaan seni Indonesia ke ruang pergaulan dunia.
“Wisata puisi ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan menjadikan miniatur keberagaman seni Indonesia yang siap kita tunjukkan ke panggung global,” ujarnya.
42 Penyair Bawa Keberagaman Nusantara
Delegasi PERRUAS terdiri atas penyair dan budayawan dari berbagai wilayah, antara lain Riau, Jambi, Makassar, Ternate, Kalimantan, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Keberagaman asal peserta menjadi gambaran kekayaan budaya Indonesia yang disatukan melalui sastra. Setiap penyair membawa karakter, pengalaman, dan identitas daerahnya untuk ditampilkan dalam rangkaian kegiatan di Jepang.
Melalui pembacaan puisi di sejumlah lokasi, para peserta berupaya memperkenalkan wajah Indonesia yang majemuk, dengan tradisi dan kebudayaan yang berbeda-beda, tetapi tetap terikat dalam semangat persatuan.
Osaka menjadi pusat kegiatan dan pentas utama, sementara Kyoto dan Nara menjadi bagian dari perjalanan apresiasi budaya. Perpaduan karya sastra dengan suasana kota-kota di Jepang memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta dalam mempertemukan ekspresi seni Indonesia dengan lingkungan budaya setempat.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari diaspora Indonesia. Tiara Inggriani, salah seorang diaspora yang turut membantu penyelenggaraan acara, merasakan bahwa pembacaan puisi bertema Tanah Air menghadirkan kedekatan emosional dengan Indonesia.
Karya-karya yang mengangkat kecintaan terhadap bangsa, kemanusiaan, dan keindahan alam menjadi pengingat akan akar budaya bagi warga Indonesia yang tinggal di luar negeri.
Puisi Menjadi Jembatan Antarbudaya
Di tengah perbedaan bahasa dan tradisi, PERRUAS menempatkan puisi sebagai medium untuk membangun pemahaman dan persahabatan. Melalui karya sastra, pesan tentang kemanusiaan, kebersamaan, dan penghargaan terhadap keberagaman dapat disampaikan tanpa harus dibatasi oleh perbedaan geografis.
Datok Asrizal Nur menilai sastra memiliki kekuatan untuk mendekatkan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Puisi adalah bahasa universal yang mampu menembus batas geografi dan perbedaan bahasa. Di Jepang, kami tidak hanya membaca puisi, tetapi menyemaikan nilai persaudaraan dan keindahan kebudayaan Nusantara,” katanya.
Selain melalui pertunjukan langsung, PERRUAS memanfaatkan media digital untuk memperluas jangkauan publikasi. Dokumentasi kegiatan dan pembacaan puisi dipublikasikan melalui kanal YouTube resmi PERRUAS agar dapat dinikmati oleh masyarakat yang lebih luas.
Pemanfaatan media digital tersebut diharapkan dapat memperpanjang jangkauan promosi sastra Indonesia sekaligus membuka kesempatan bagi penikmat sastra di berbagai negara untuk mengenal karya para penyair Nusantara.
Perluas Jejaring Sastra Internasional
Kegiatan di Jepang menambah rekam jejak perjalanan kebudayaan internasional PERRUAS. Sebelumnya, perkumpulan tersebut telah menyelenggarakan kegiatan sastra di sejumlah negara, antara lain Turki, Mesir, Oman, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, dan Korea Selatan.
Rangkaian kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring sastra, memperkenalkan karya penyair Indonesia, serta membangun interaksi kebudayaan lintas negara.
Melalui program “Memetik Sakura dengan Puisi”, PERRUAS berharap semakin banyak sastrawan Indonesia memperoleh kesempatan untuk tampil di forum internasional. Kehadiran para penyair dari berbagai daerah juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan kolaborasi di antara pelaku seni di Tanah Air.
Pentas puisi di Jepang memperlihatkan bahwa sastra bukan hanya bentuk ekspresi kreatif, melainkan juga sarana diplomasi budaya yang dapat mempertemukan masyarakat, menyampaikan nilai kemanusiaan, dan memperkenalkan identitas bangsa.
Dengan membawa karya-karya Nusantara ke panggung internasional, PERRUAS berupaya membuka ruang yang lebih luas bagi sastra Indonesia untuk dikenal, diapresiasi, dan menjadi bagian dari dialog kebudayaan dunia.***
- Penulis: Sukesih









Saat ini belum ada komentar