Diduga Hampir Tiap Tahun Kerugian Negara Triliunan dan Praktik Kolusi, Thong Seng Mafia Rokok Ilegal Mencuat di Media Publik.
- account_circle Sugianto
- calendar_month Kam, 16 Okt 2025

Saibernews.com, Riau || Thong Seng, yang juga dikenal sebagai Budianto atau sebutan Hendra Tonseng adalah individu yang bertahun-tahun diduga terlibat dalam industri rokok ilegal tanpa pita cukai, jejak mafia diduga terlibat bisnis Rokok HD, Luffman Young Mild, Luffman Light, Luffman Flavor, Kamis (16-10-2025).
Hasil investigasi wilayah Provinsi Riau, tersebar luas Rokok Ilegal tampa cukai sejenis HD Red yang memiliki varian Black, Menthol, Bold, dan Gold White, dan rokok HD Classic, jenis Rokok HD ini sudah berhasil tersebar di wilayah Batam, Dumai, Tembilahan, Kuansing, Kampar, Pekanbaru dan wilayah lainnya, diduga membuat kerugian negara Triliunan.
Sebagai landasan diduga mengatasnamakan perusahaan secara berafiliasi dengan PT Adhi Mukti Persada atau PT Adhi Mukti Perkasa, PT Berlian Inti Sukses dan diduga PT Batam Shellindo Pratama yang juga disebut dalam konteks serupa, mirisnya dengan adanya nama PT sebagai dasar untuk pengusaha, sehingga mencuat sekali diduga ada perbuatan Kolusi.
Bahkan di Media Publik, diduga perusahaan ini termasuk dalam daftar beberapa entitas yang terlibat dalam produksi dan distribusi rokok ilegal tanpa cukai di wilayah Provinsi Riau.
Bertahun-tahun rugikan Negara praktik perdagangan rokok ilegal tanpa cukai ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan oleh otoritas terkait, khususnya Bea Cukai yang ada di wilayah Provinsi Riau, apa lagi daerah Tembilahan.
Sebagai Nagara Republik Indonesia (RI), Kurangnya tindakan tegas atau kemungkinan diduga adanya kolusi antara pelaku industri dan petugas Bea Cukai telah memungkinkan praktik ini berlangsung hingga bertahun-tahun.
Diduga Thong Seng atau Hendra Tonseng disebut-sebut terlibat praktik ilegal di Riau, membuat situasi perairan semakin disoroti terutama wilayah Tembilahan, Rohil, Dumai dan Rupat.
Tidak Tongseng atau Hendara saja nama yang selalu mencuat, namun kini ada lagi nama pemain Rokok Ilegal berskala kecil di wilayah Inhil dengan sebutan juga nama Hendra dengan AAn Cina, hal ini sumber informasi terbaru dari seorang warga inisial HMD.
Untuk diketahui pada tahun silam, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau pernah menemukan gudang penyimpanan rokok ilegal bernilai Rp 2,3 miliar di Perumahan Gesya Residence, Jalan Akasia, Pekanbaru.
Dalam gudang, ditemukan rokok dengan jumlah 605 dus berisi 331.900 bungkus rokok Luffman ilegal. Terdiri dari Luffman Young Mild 78.400 bungkus, Luffman Light 86.000 bungkus dan Luffman Flavor 167.500 bungkus.
Tetapi diduga nama Tongseng cukup tersohor di kalangan pengusaha eletronik, garmen, tekstil, sembako, rokok dan minuman keras ilegal.
Diduga Tongseng dikenal sebagai ‘big boss’ terbesar mafia penyelundupan khususnya di sepanjang perairan Riau.
Bahkan operasi pemberantasan penyelundupan ini diambil alih oleh Mabes Polri. Namun, diduga sampai saat ini masi mulus penyelundupan yang dilakukan Tongseng kuat dugaan masih berjalan mulus.
Beribu barang bukti berbagi macam Rokok Ilegal tampa cukai atau tampa pita cukai yang di tangkap, akan tetapi berita acara penangkapan sebagai big bos besar diduga Tongseng atau Handra Tonseng sampai saat ini belum ada.
Selain itu di Media Publik, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan tekadnya untuk menegakkan hukum dan memberantas korupsi dan perbuatan kolusi secara menyeluruh dalam pemerintahan. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara dalam sesi dialog bersama Chairman and Editor-in-Chief Forbes Media, Steve Forbes, pada ajang Forbes Global CEO Conference 2025 yang berlangsung di Hotel The St. Regis, Jakarta, Rabu, 15 Oktober 2025.
Dalam forum yang dihadiri para pemimpin perusahaan global dan investor dari berbagai negara tersebut, Presiden Prabowo secara terbuka berbagi pandangan dan pengalaman pribadinya mengenai tantangan pemberantasan korupsi dan perbuatan kolusi di Indonesia. Presiden Prabowo menyebut bahwa korupsi dan perbuatan kolusi merupakan “penyakit berbahaya” yang dapat menghancurkan negara jika tidak ditangani dengan tegas.
Pada saat berita ini sudah ditayangkan, awak media sudah berupaya Konfirmasi Tonseng atau Hendra Tonseng dengan nomor WhatsApp 08526466XXXX. (SUGIANTO)
- Penulis: Sugianto
- Editor: Red








Saat ini belum ada komentar