Seorang Bocah Perempuan Diduga Menjadi Korban Saat Terjadi Tawuran Antar Kampung
- account_circle Gito
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026

Belawan || Seorang bocah perempuan berinisial AS (4) diduga menjadi korban peluru nyasar saat terjadi tawuran antar kampung di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara. Peluru tersebut mengenai bagian mata korban, menyebabkan luka serius.
Ibu korban, Romanda Siregar (33), mengatakan peristiwa itu terjadi di depan Kantor Pos Belawan, Senin malam (5/1/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat kejadian, Romanda dan anaknya sedang menaiki becak melintas di lokasi.
“Kami pas lagi naik becak, waktu itu ada orang tawuran antar kampung,” ujar Romanda saat ditemui di RSUD Pirngadi Medan, Selasa (6/1/2026).
Tak lama berselang, anaknya tiba-tiba menangis sambil memegang mata. Romanda kemudian melihat darah keluar dari bagian mata anaknya. Ia mengaku tidak mengetahui dari arah mana peluru tersebut berasal.
“Kita nggak tahu datang dari mana, langsung keluar darah,” jelasnya.
Romanda sempat membawa anaknya ke klinik terdekat, namun pihak klinik menolak melakukan penanganan karena lokasi luka yang berada di area mata. Korban kemudian dirujuk ke RSUD Pirngadi Medan untuk penanganan lebih lanjut.
“Langsung ke klinik, klinik nggak berani karena dekat mata,” katanya.
Berdasarkan hasil CT scan, dokter menyatakan peluru yang bersarang di area mata korban diduga peluru senapan angin.
“Dokter bilang peluru senapan angin, hasil CT scan,” pungkas Romanda.
Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUD Pirngadi Medan, Gibson Girsang, membenarkan korban dibawa ke rumah sakit pada Senin malam. Namun, RSUD Pirngadi belum dapat melakukan tindakan operasi karena keterbatasan tenaga medis spesialis.
“Kami merekomendasikan untuk mencari rumah sakit lain yang memiliki dokter bedah mata. Di sini kami belum ada,” ujarnya.
Peristiwa ini menambah daftar panjang dampak tawuran yang membahayakan warga sipil, terutama anak-anak. Warga berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kejadian tersebut dan menindak tegas pelaku tawuran demi mencegah korban berikutnya.***
- Penulis: Gito









Saat ini belum ada komentar