Ditolak Warga, Alat Berat Diduga Terkait PETI Digiring Keluar dari Sinabuan Pambaloan
- account_circle RKCL /TIM
- calendar_month Kam, 18 Jun 2026

Pasaman, Saibernews. Com- Sebuah unit alat berat jenis excavator PC 130 yang diduga akan digunakan untuk aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Sinabuan Pambaloan, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, akhirnya digiring keluar dari lokasi oleh sejumlah aktivis yang tergabung dalam perkumpulan LSM dan wartawan setempat.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (17/06/2026), setelah sebelumnya para aktivis menerima laporan dari masyarakat terkait keberadaan alat berat yang dicurigai akan digunakan untuk aktivitas tambang emas ilegal di wilayah tersebut.
Informasi itu rupanya mendapat perhatian serius. Dua hari setelah laporan diterima, sebuah tim yang dipimpin M. Aliasman Hasibuan bersama tujuh orang anggota berangkat dari sebuah posko di Simpang Andilan menuju lokasi yang dimaksud.
Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Tim harus berjalan kaki selama kurang lebih tiga jam melewati kawasan hutan dan perbukitan untuk mencapai sebuah perkampungan yang berada cukup jauh dari permukiman warga.
Setibanya di lokasi, rombongan terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan tokoh pemuda serta ninik mamak pemilik ulayat setempat. Setelah mendapatkan dukungan dari masyarakat, mereka kemudian mendatangi titik keberadaan excavator yang saat itu diketahui sedang dalam proses perbaikan oleh seorang mekanik.
“Kami meminta agar aktivitas dihentikan dan alat berat tersebut tidak lagi berada di kawasan yang dipersoalkan masyarakat,” ujar M. Aliasman Hasibuan kepada awak media.
Menurut Aliasman, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas aspirasi warga yang sejak awal menolak keberadaan alat berat tersebut di wilayah mereka.
Menjelang malam, sekitar pukul 20.30 WIB, rombongan akhirnya meninggalkan lokasi setelah memastikan excavator tersebut tidak lagi beroperasi di kawasan yang menjadi perhatian masyarakat.
Dari Sinabuan, dukungan terhadap langkah yang dilakukan para aktivis pun bermunculan.
Ninik Mamak Sinabuan, Zulhaimi, bersama Wakil Ketua Pemuda setempat, Tori, dalam sambungan telepon dengan awak media menyampaikan apresiasi kepada para pegiat LSM dan wartawan Kecamatan Dua Koto yang telah merespons keluhan masyarakat.
“Kami berterima kasih karena aspirasi masyarakat mendapat perhatian. Warga memang sejak awal menyampaikan keberatan terhadap dugaan aktivitas PETI di wilayah ini,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Perkumpulan LSM dan Wartawan Dua Koto, Ed, mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan pihaknya bukan semata-mata soal keberadaan alat berat, tetapi juga untuk mencegah terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat.
“Kami ingin mencegah terjadinya konflik horizontal sekaligus menghindari potensi kerusakan lingkungan yang bisa timbul apabila aktivitas tersebut benar-benar berlangsung,” katanya.
Nama seseorang berinisial NSN sempat disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan keberadaan alat berat tersebut. Namun menurut Ed, NSN merupakan warga Kecamatan Dua Koto yang memiliki hubungan kekerabatan dengan masyarakat setempat.
Karena itu, pihaknya memilih mengedepankan komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum dan pemerintah nagari.
“Kami aTan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian serta pemerintah nagari agar Kecamatan Dua Koto tetap terbebas dari aktivitas PETI,” ujar Ed.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ditemukan adanya aktivitas penambangan di lokasi. Namun masyarakat berharap pengawasan terus dilakukan agar kawasan Sinabuan Pambaloan tetap terjaga dari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan dan menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.***
- Penulis: RKCL /TIM









Saat ini belum ada komentar