Kepemimpinan Pikri di Simandolak: Dari Sawah Setahun Sekali Kini Panen 3 Kali Setahun, Alur Kedepannya Sejalan dengan Program Presiden RI
- account_circle Sugianto
- calendar_month Sel, 6 Okt 2026

Kuantan Sengingi,SAIBERNEWS.COM– Jika ada desa yang membuktikan bahwa pemimpin yang tepat bisa mengubah nasib petani, maka Desa Simandolak, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi adalah jawabannya.
Tujuh tahun lalu, wajah Simandolak masih memprihatinkan. Petani hanya bisa menatap langit. Menunggu hujan turun. Dalam setahun, sawah hanya bisa ditanami satu kali. IP 100. Artinya, pendapatan pun hanya sekali setahun. Sisanya, sawah mengering dan petani merantau.
Kini, semua itu tinggal cerita.
Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Pikri, Simandolak bertransformasi total. Petani yang dulu hanya panen setahun sekali, kini bisa panen hingga tiga kali setahun atau IP 300.
“Capaian IP 300 ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini berarti piring petani terisi tiga kali lebih banyak. Pendapatan mereka meningkat tiga kali lipat. Ini hasil kerja keras dan gotong royong kita semua,” ujar Kades Pikri dengan mata berkaca-kaca saat ditemui, Selasa (6/10/2026).
RAHASIA DI BALIK IP 300: JALAN DAN AIR
Transformasi itu tidak datang dengan sulap. Pikri membangun dua urat nadi pertanian yang selama puluhan tahun diimpikan warga.
Pertama, Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 3 Kilometer. Dulu, jalan ke sawah adalah kubangan lumpur. Hasil panen harus dipikul berkilo-kilo meter, biaya angkut mencekik. Kini, motor dan gerobak melaju mulus sampai ke pematang. Ongkos panen terpangkas, untung petani bertambah.
Kedua, Jaringan Irigasi Tersier sepanjang 3.600 Meter. Ini adalah kunci utamanya. Jika dulu air hanya untuk sawah yang dekat sumber, kini Pikri memastikan air mengalir adil sampai ke petak sawah terjauh. Petani tidak lagi bertengkar soal air dan tidak lagi cemas menunggu hujan.
BUKAN HANYA SAWAH, TAPI RUMAH DAN HATI WARGA
Kepemimpinan Pikri tidak hanya membangun sawah, tapi membangun kemanusiaan.
Sebanyak 50 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga miskin dan lansia telah ia sulap menjadi rumah yang layak, bersih dan bermartabat. 50 keluarga kini bisa tidur nyenyak tanpa takut atap bocor.
Pemandangan sapi dan kerbau yang dulu berkeliaran di jalan, merusak kebun warga dan mengotori jalan desa, kini hilang. Dengan pendekatan persuasif yang sabar, Pikri berhasil menertibkan ternak. Semua peternak kini punya kandang sendiri. Jalan bersih, kebun aman, warga rukun.
“Jalan jadi bersih, kebun warga tidak rusak lagi. Awalnya memang ada penolakan, tapi kita rangkul dengan hati, bukan dengan emosi,” kenangnya.
Bahkan untuk urusan surat-menyurat, warga Simandolak kini dimanjakan. Jika dulu mengurus surat harus menunggu berhari-hari, kini cukup hitungan jam selesai, asal berkas lengkap. Pelayanan yang cepat dan tanpa pungli.
JALUR ATOM KEMBALI MENGGEMA
Jiwa muda desa pun tidak ia lupakan. Di tangannya, Jalur Atom, jalur kebanggaan Desa Simandolak yang sempat meredup, kini kembali diperhitungkan di gelanggang Pacu Jalur tingkat Kabupaten hingga Provinsi. Generasi muda punya kebanggaan baru.
“Perubahannya sangat terasa. Dari sawah kami, rumah kami, sampai jalur kebanggaan kami. Simandolak sekarang lebih tertata dan bermartabat,” ungkap seorang tokoh masyarakat Simandolak dengan bangga.
Tujuh tahun Pikri memimpin menjadi bukti. Bahwa ketika seorang pemimpin bekerja dengan hati, mendengar dengan telinga, dan membangun dari kebutuhan paling dasar masyarakat, maka sebuah desa tidak hanya berubah fisiknya, tapi juga berubah nasib warganya.
Dari IP 100 menjadi IP 300. Dari desa yang tertinggal, menjadi desa yang diperhitungkan.***
- Penulis: Sugianto








Saat ini belum ada komentar