Logo MTQ ke-44 Riau 2026, Masyarakat Kuansing Senang dan Bangga Punya Bupati Suhardiman Amby
- account_circle Sugianto
- calendar_month Jum, 29 Mei 2026

Kuantan Singingi,SAIBERNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi resmi melaunching logo Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-44 tingkat Provinsi Riau tahun 2026. Acara peluncuran digelar di Ruang Multimedia Kantor Bupati Kuansing, Kamis (07/05/2026).
Kegiatan dihadiri Gubernur Riau yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Riau H. Zulkifli Syukur, Kepala Kanwil Kemenag Riau, pengurus LPTQ Provinsi Riau, serta bupati dan wali kota se-Riau. Hadir juga kepala Kemenag kabupaten/kota dan pengurus LPTQ se-Riau.
Dalam sambutannya, H. Zulkifli Syukur mengapresiasi kesiapan Kuansing sebagai tuan rumah. Ia menyebut antusiasme masyarakat luar biasa, terlihat dari lomba desain logo yang diikuti hingga 107 peserta.
“Luar biasa antusias masyarakat terhadap MTQ ini. Baru kali ini lomba logo MTQ diikuti hingga 107 peserta. Ini menunjukkan MTQ berada di hati masyarakat, khususnya masyarakat Kuansing,” ujarnya.
Zulkifli menyebutkan progres persiapan MTQ saat ini sudah mencapai sekitar 70 persen. Ia optimistis gelaran MTQ akan memberi dampak positif, mulai dari pertumbuhan UMKM, pelestarian budaya Melayu, hingga peningkatan ekonomi lewat kunjungan ratusan ribu orang.
“Launching logo hari ini sangat luar biasa, bahkan melebihi ekspektasi dan bisa menjadi contoh serta studi tiru ke depan,” tambahnya.
Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby menegaskan MTQ bukan sekadar lomba membaca Al-Qur’an. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana membangun karakter masyarakat dan memperkuat nilai keislaman yang berpadu dengan adat budaya Melayu.
“Adat bersandi syara’, syara’ bersandi Kitabullah. MTQ ini menjadi momentum membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat,” kata Bupati.
Tema resmi MTQ ke-44 Riau 2026 juga diperkenalkan, yakni _“Aktualisasi Spirit Al-Qur’an Wujudkan Riau Bermarwah dan Hebat.”
Logo yang diluncurkan memadukan unsur khas Kuansing. Ada bentuk Kubah Masjid Ar-Raudhah, tulisan MTQ, mushaf Al-Qur’an, rehal, serta perahu jalur dengan empat gelombang riak air yang melambangkan persatuan dan kekompakan masyarakat.
Suhardiman menjelaskan MTQ tahun ini akan hadir dengan konsep berbeda. Selain pawai taaruf di darat, panitia akan menggelar pawai air menggunakan perahu baganduang di Sungai Kuantan sebagai bagian promosi budaya.
Stand pameran dan bazar UMKM juga akan ditempatkan berdampingan dengan astaka utama di lahan sekitar 1,5 hektare. Kawasan ini dirancang menjadi pusat kegiatan MTQ sekaligus ruang promosi budaya dan ekonomi masyarakat.
“MTQ adalah helat bersama seluruh masyarakat Riau dengan semangat kebersamaan dan persatuan. Elok bumi dek basamo, dek basamo sagalo taraso ringan. Hadiah dan urutan bukan yang utama, yang penting persaudaraan antar kabupaten/kota se-Provinsi Riau,” ujarnya.
Bupati menambahkan, Menteri Agama RI direncanakan hadir pada pelaksanaan MTQ mendatang. Pemkab memperkirakan hampir 600 ribu orang akan datang ke Kuansing selama gelaran berlangsung.
Dengan persiapan yang terus berjalan, Kuansing siap menjadi tuan rumah MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau tahun 2026 yang bukan hanya religius, tapi juga berdampak pada budaya dan ekonomi daerah.
Logo MTQ ke-44 Riau 2026 yang diluncurkan Kuansing punya beberapa simbol khas. Maknanya sudah dijelaskan di berita tadi:
1. Kubah Masjid Ar-Raudhah
Melambangkan identitas Kuantan Singingi sebagai daerah yang religius dan pusat peradaban Islam di Riau. Kubah ini jadi ikon arsitektur masjid kebanggaan Kuansing.
2. Mushaf Al-Qur’an dan Rehal
Menunjukkan inti dari MTQ itu sendiri: membumikan Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat. Rehal melambangkan tempat membaca Al-Qur’an, jadi simbol penghormatan terhadap kitab suci.
3. Tulisan MTQ
Sebagai penanda langsung bahwa ini adalah logo resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-44 tingkat Provinsi Riau tahun 2026.
4. Perahu Jalur
Ikon budaya Kuansing yang terkenal dunia. Melambangkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kekuatan masyarakat Kuansing.
5. Empat Gelombang Riak Air
Empat gelombang di bawah perahu jalur melambangkan persatuan dan kekompakan masyarakat Kuansing. Air juga menggambarkan Sungai Kuantan yang jadi urat nadi budaya dan kehidupan warga.
Jadi secara keseluruhan, logo ini menggabungkan nilai keislaman, budaya Melayu, dan identitas lokal Kuansing. Pesannya: MTQ bukan cuma lomba baca Al-Qur’an, tapi juga momentum memperkuat karakter masyarakat yang religius, bersatu, dan berbudaya.***
- Penulis: Sugianto









Saat ini belum ada komentar