Margaret MS Dorong Kelompok Tani dan UMKM sebagai Langkah Nyata Penanggulangan Kemiskinan di Medan Labuhan
- account_circle Admin
- calendar_month Sab, 15 Agu 2026

SAIBERNEWS.COM | MEDAN LABUHAN – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Margaret MS, menegaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pembentukan kelompok tani, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta pengembangan usaha masyarakat sebagai salah satu langkah nyata dalam upaya menanggulangi kemiskinan di Kota Medan.
Hal tersebut disampaikan Margaret MS saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan ke-8 Tahun Anggaran 2026 bersama DPRD Kota Medan dan Pemerintah Daerah Kota Medan, dengan materi Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penanggulangan Kemiskinan.

Kegiatan sosialisasi berlangsung di Jalan Bakti Abri, Perumahan Podomoro, Lingkungan 3, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat setempat yang antusias mengikuti pemaparan dan menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Margaret MS menjelaskan bahwa penanggulangan kemiskinan tidak hanya dapat dilakukan melalui pemberian bantuan, tetapi juga harus dibarengi dengan upaya meningkatkan kemampuan masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi.
Menurutnya, masyarakat perlu didorong untuk membentuk kelompok-kelompok usaha yang jelas sehingga pemerintah akan lebih mudah memberikan pembinaan maupun bantuan sesuai dengan kebutuhan dan program yang tersedia.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita membentuk kelompok-kelompok masyarakat. Misalnya kelompok tani dan kelompok usaha. Dengan adanya kelompok yang jelas, nantinya pemerintah akan lebih mudah memberikan bantuan maupun pembinaan,” ujar Margaret.
Margaret juga mendorong masyarakat untuk lebih aktif mengembangkan sektor UMKM. Menurutnya, UMKM memiliki peranan penting dalam membuka peluang usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Ia berharap masyarakat tidak hanya menunggu bantuan, tetapi mulai membangun usaha secara bersama-sama dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan masing-masing.
“Bantuan UMKM juga harus kita galakkan. Kita dorong masyarakat membentuk usaha. Kalau kelompoknya sudah ada dan usahanya jelas, nanti syarat-syarat yang dibutuhkan akan kita bantu agar masyarakat lebih mudah mendapatkan akses bantuan dari pemerintah,” tegasnya.
Warga Minta Bantuan Pendidikan Jadi Prioritas
Dalam sesi dialog, sejumlah warga turut menyampaikan berbagai persoalan dan kebutuhan yang masih dihadapi masyarakat di Lingkungan 3, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan.
Salah seorang warga menyampaikan bahwa selain pemberdayaan ekonomi, bantuan di bidang pendidikan perlu menjadi perhatian dan diprioritaskan.
Menurut warga, pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam memutus mata rantai kemiskinan. Dengan adanya dukungan pendidikan, anak-anak dari keluarga kurang mampu diharapkan tetap dapat melanjutkan pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Aspirasi tersebut mendapat perhatian dari Margaret MS. Ia menegaskan bahwa berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses dan sosialisasi akan menjadi bagian penting dalam perjuangan di DPRD Kota Medan.
Menurutnya, persoalan kemiskinan harus ditangani secara menyeluruh, mulai dari pendidikan, pemberdayaan ekonomi, bantuan sosial, hingga penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung aktivitas masyarakat.
“Penanggulangan kemiskinan tidak bisa hanya melihat satu sisi. Pendidikan, ekonomi, infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat semuanya saling berkaitan. Karena itu aspirasi masyarakat harus kita perjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah,” katanya.
Warga Apresiasi Perjuangan Margaret MS
Pada kesempatan yang sama, warga Lingkungan 3 Perumahan Podomoro yang diwakili Bapak Saragih menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Margaret MS atas perhatian serta perjuangannya terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.
Saragih secara khusus mengapresiasi perjuangan Margaret MS terkait pengecoran jalan menuju Perumahan Podomoro yang kini telah terealisasi.
Menurutnya, kondisi jalan merupakan salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat karena berkaitan langsung dengan aktivitas warga sehari-hari.
“Atas nama warga Lingkungan 3 Perumahan Podomoro, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Margaret MS yang telah mendukung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sekarang pengecoran jalan menuju perumahan kami sudah terealisasi,” ujar Saragih.
Ia berharap perhatian terhadap wilayah tersebut dapat terus dilanjutkan, terutama dalam peningkatan infrastruktur, pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta berbagai program yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga.
Margaret MS menyambut baik apresiasi tersebut. Ia mengatakan bahwa terealisasinya pembangunan maupun program yang dibutuhkan masyarakat merupakan hasil dari proses perjuangan bersama dan sinergi antara masyarakat, DPRD serta pemerintah daerah.
“Kalau masyarakat menyampaikan aspirasi dan kita bersama-sama memperjuangkannya, mudah-mudahan apa yang menjadi kebutuhan warga bisa direalisasikan secara bertahap,” ungkapnya.
Perda Nomor 5 Tahun 2015 Jadi Landasan Penanggulangan Kemiskinan
Sosialisasi Perda Nomor 5 Tahun 2015 tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk memahami hak dan peran mereka dalam program penanggulangan kemiskinan di Kota Medan.
Margaret menjelaskan bahwa masyarakat perlu mengetahui program-program pemerintah agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan persoalan maupun aspirasi kepada wakil rakyat, khususnya mengenai kebutuhan dasar, pendidikan, infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi.

Menurut Margaret, komunikasi yang baik antara masyarakat dengan DPRD dan pemerintah daerah sangat diperlukan agar berbagai persoalan yang terjadi di lapangan dapat diketahui dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan aspirasi secara langsung kepada Margaret MS.
Di penghujung kegiatan, acara ditutup dengan pemberian cenderamata kepada masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan partisipasi warga dalam mengikuti Sosialisasi Peraturan Daerah Kota Medan ke-8 Tahun Anggaran 2026 tersebut.
Melalui kegiatan itu, Margaret MS berharap masyarakat semakin memahami pentingnya Perda Nomor 5 Tahun 2015 serta dapat ikut berperan aktif dalam program penanggulangan kemiskinan.
Tutut Hadir mewakili kecamatan Medan labunan, peewakilan dinsos kecamatan, kepiling link 3,dan 5 kelurahan martubung dan kepling linhkungan 10 serta kepling lingkungan 14 kelurahan besar. Pemuka agama dan tokoh tokoh masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, DPRD dan masyarakat, dengan mengutamakan pemberdayaan agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi mampu tumbuh menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif.***
- Penulis: Admin









Saat ini belum ada komentar