MPLS Yayasan Santo Paulus Gandeng Polsek Medan Labuhan, Bentengi Siswa dari Kenakalan Remaja, Narkoba dan Geng Motor
- account_circle Sib
- calendar_month Rab, 15 Jul 2026

Medan Labuhan,,SAIBERNEWS.COM – Komitmen Yayasan Santo Paulus dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan beriman terus diwujudkan melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pada kegiatan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027,
Yayasan Santo Paulus bekerja sama dengan Polsek Medan Labuhan memberikan pembekalan kepada peserta didik baru mengenai bahaya kenakalan remaja, bullying, penyalahgunaan narkoba, minuman keras (miras), hingga aksi geng motor,Judol, dan Pergaulan bebas.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Yayasan Santo Paulus tersebut diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa baru. Melalui sinergi antara dunia pendidikan dan kepolisian, para siswa dibekali pemahaman hukum, pendidikan karakter, serta pentingnya menjaga pergaulan yang sehat sejak dini.

Materi pertama disampaikan oleh Kanit Binmas Polsek Medan Labuhan, AKP J. Siagian, yang mengajak seluruh siswa agar menjauhi segala bentuk kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, minuman keras, tawuran, maupun geng motor.
Dalam penyampaiannya, AKP J. Siagian menegaskan bahwa masa remaja merupakan masa yang sangat menentukan masa depan seseorang. Oleh karena itu, setiap pelajar harus mampu memilih lingkungan pergaulan yang positif dan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Sebagai pelajar, kalian harus mampu mengatakan tidak terhadap narkoba, miras, tawuran, maupun geng motor. Isi waktu dengan kegiatan yang positif seperti belajar, berolahraga, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, mengembangkan bakat, serta rajin beribadah. Dengan begitu, kalian akan menjadi generasi yang berprestasi dan membanggakan orang tua serta sekolah,” ujar AKP J. Siagian.
Ia juga berharap seluruh siswa Yayasan Santo Paulus mampu menjadi pelajar yang kritis, disiplin, memiliki karakter yang baik, serta memiliki iman yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Selanjutnya, materi mengenai bullying disampaikan oleh Aiptu J. Sipahutar. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa bullying adalah segala bentuk tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti, mengintimidasi, menghina, mengejek, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan terhadap orang lain, baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media sosial (cyberbullying).
Aiptu J. Sipahutar menegaskan bahwa bullying bukanlah candaan biasa, melainkan perilaku yang dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam bagi korban dan dapat berdampak terhadap prestasi belajar, kesehatan mental, hingga kehidupan sosial mereka.
“Kita harus saling menghormati dan menghargai sesama teman. Jangan pernah mengejek kekurangan orang lain, baik karena fisik, ekonomi, suku, agama maupun kemampuan akademiknya. Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua siswa,” tegasnya.
Ia juga memberikan sejumlah langkah untuk mencegah bullying, di antaranya membangun sikap saling menghargai, menjaga sopan santun dalam berbicara, tidak mudah terprovokasi, berani melaporkan apabila melihat tindakan bullying, serta saling membantu dan melindungi teman yang menjadi korban.
Selain itu, AIPTU J. Sipahutar mengajak seluruh peserta didik untuk membangun pertemanan yang sehat dengan memilih teman yang membawa pengaruh positif, menjaga komunikasi yang baik, menghormati perbedaan, menghindari konflik, serta menyelesaikan setiap permasalahan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan kekerasan ataupun intimidasi.
“Kalian semua adalah keluarga besar Yayasan Santo Paulus. Jadilah teman yang mampu menguatkan, bukan menjatuhkan. Bertemanlah dengan baik, saling menghormati, saling membantu, dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman, aman, dan penuh rasa persaudaraan,” pesannya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas Kelurahan Besar, AIPTU Eddi Heryanto yang memberikan dukungan terhadap upaya pembinaan karakter generasi muda melalui sinergi antara Polri dan dunia pendidikan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Santo Pualus Irian Hutajulu,S.Pd didampingi Kepala Sekolah SMK K.Situmorang,S.Kom Dan sekolah SMP Asprina Surbakti, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polsek Medan Labuhan yang telah memberikan edukasi kepada para siswa baru. Menurutnya, pembentukan karakter merupakan bagian penting dari proses pendidikan selain peningkatan prestasi akademik.
“Kami berharap kerja sama antara Yayasan Santo Paulus dan Polsek Medan Labuhan dapat terus berlanjut melalui berbagai program pembinaan. Sinergi ini sangat penting untuk mencerdaskan anak-anak kita sekaligus membentuk generasi bangsa yang berkarakter, disiplin, taat hukum, beriman, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan MPLS yang sarat dengan pendidikan karakter ini, Yayasan Santo Paulus kembali menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang unggul dalam prestasi, memiliki karakter yang kuat, bebas dari kenakalan remaja, bullying, narkoba, dan pengaruh negatif lainnya, sehingga siap menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdaya saing.***
- Penulis: Sib








Saat ini belum ada komentar