Tunda Bayar 500 Miliar: Plt. Bupati Muklisin Pilih Bayar Hak Rakyat Dicicil dan Jalan Ex-Transmigrasi Dorongan Pusat
- account_circle Sugianto
- calendar_month Rab, 15 Jul 2026

Kuantan Singingi,– Suasana penuh kekeluargaan terasa sejak siang hingga sore, Selasa 14 Juli 2026. Pengurus PABPDSI Se-Kuansing menggelar silaturrahmi dengan Plt. Bupati Kuansing Muklisin yang didampingi Plh. Sekda Muradi. Kedatangan pengurus disambut antusias di ruang kerja Bupati.
Audiensi ini menjadi ruang terbuka pertama bagi para perangkat desa menyampaikan keluh kesah. Isu utama yang diangkat adalah tunda bayar Siltap Kades dan Tunjangan BPD tahun 2025, serta harapan agar pembayaran berjalan lancar setiap bulan.
Mendengar itu, Plt. Bupati tidak berkelit. Beliau jujur menyampaikan kondisi keuangan daerah saat ini. “Hutang Kuansing ternyata sangat besar, lebih dari 500 Milyar,” ujar Muklisin di hadapan pengurus.
Meski berat, beliau menegaskan komitmennya. Sebagai mantan Kepala Desa Hulu Teso, beliau sangat memahami arti sebuah hak. “Siltap Kades, Tunjangan BPD, gaji guru MDTA, sampai tukang sapu harus kita prioritaskan. Itu kewajiban negara,” tegasnya.
Langkah nyata sudah mulai dirasakan. Gaji ke-13 untuk ASN baru saja berhasil dicairkan. Itu hasil kerja keras Plt. Bupati “menjemput bola” langsung ke Provinsi hingga ke Pusat.
Untuk melunasi tunggakan 2024, 2025, hingga 2026, Plt. Bupati mengambil keputusan tegas. Semua belanja modal dan proyek fisik untuk sementara ditunda. “Saya belum berkenan bangun proyek baru kalau hak-hak masyarakat belum selesai,” katanya.
Prinsipnya jelas, jika belum bisa dibayar lunas, maka akan dibayarkan secara bertahap atau dicicil. Yang penting hak tidak diabaikan. Hal ini juga akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas PMD agar mekanismenya sesuai aturan.
Terkait infrastruktur, Plt. Bupati juga menyinggung kondisi jalan di Kecamatan Singingi dan Singingi Hilir. “Akan kita upayakan. Sebelumnya Proposal sudah kita antar ke Kementerian Transmigrasi, karena wilayah tersebut termasuk Ex-Transmigrasi,” jelasnya.
Beliau menambahkan, jika masuk wilayah Transmigrasi, kemungkinan besar Dinas PU Kabupaten akan kesulitan menganggarkan. Untuk itu, Pemkab Kuansing bersama tim media dan masyarakat akan terus mendorong Pemerintah Pusat agar permintaan Pemkab bisa dikabulkan.
Terkait kepemimpinan desa, Plt. Bupati memberi kepastian. Pilkades Serentak direncanakan Januari – Februari 2027. Sampai waktu itu tiba, pemerintahan desa tetap berjalan dengan Penjabat Kades.
Beliau juga berjanji akan mengumpulkan seluruh Kepala Desa se-Kuansing. Pesan utamanya satu, rangkul BPD, bangun desa bersama. Karena desa kuat, Kuansing akan kuat.
Pintu komunikasi pun dibuka selebar-lebarnya. Plt. Bupati menyatakan siap menerima kritik, saran, dan masukan dari siapa saja, termasuk dari PABPDSI dan BPD. “Ini demi kesuksesan kita bersama dan Kuantan Singingi,” ucapnya.
Di tengah keterbatasan, prestasi justru datang dari lobi. Plt. Bupati berhasil menghadirkan Sekolah Rakyat “Sekolah Garuda” ke Kuansing. Mulai SD, SMP, SMA plus asrama. Gratis untuk anak tidak mampu. Seragam, makan, buku, semua ditanggung.
Perjalanan hidup beliau menjadi inspirasi. Dari Kades muda usia 25 tahun di Hulu Teso dengan anggaran minim, hingga membawa desanya menjadi desa berkembang dan maju di Kuansing. Saat memimpin KUD Langgeng, koperasi itu dinobatkan KUD Terbaik Se-Indonesia.
Mengakhiri pertemuan, beliau berpesan dengan tulus. “Saya tidak ingin zolim kepada masyarakat. Karena saya yakin, doa orang yang terzolimi itu cepat sampai ke Allah.”
Silaturrahmi ditutup dengan harapan besar. PABPDSI optimis, di bawah kepemimpinan Plt. Bupati Muklisin dan dukungan Plh. Sekda Muradi, hak-hak perangkat desa akan tuntas dan pembangunan Kuansing berjalan dari desa.
- Penulis: Sugianto









Saat ini belum ada komentar