Breaking News
light_mode
Trending Tags

Budi Sumarno : Dumai Didorong Bangun Ekosistem Perfilman Berbasis Budaya Melayu

  • account_circle SUKESIH
  • calendar_month Kam, 10 Sep 2026

Potensi budaya pesisir, talenta muda, dan lanskap kota dinilai dapat menjadi kekuatan perfilman sekaligus penggerak ekonomi kreatif daerah

DUMAI, RIAU,SAIBERNEWS.COM — Kota Dumai, Provinsi Riau, memiliki potensi untuk mengembangkan ekosistem perfilman berbasis budaya Melayu pesisir. Pengembangan tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya sekaligus memperkuat pelestarian budaya dan membuka peluang ekonomi kreatif di daerah.

Gagasan membangun ekosistem perfilman di Dumai diarahkan pada konsep yang harmonis, inklusif dan berkelanjutan. Film tidak hanya dipandang sebagai produk hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk merekam kebudayaan, mengangkat realitas masyarakat, serta memperkenalkan identitas daerah kepada khalayak yang lebih luas.

Dumai memiliki kekayaan tradisi Melayu pesisir yang dapat dikembangkan menjadi sumber cerita sinematik. Di antaranya seni Zapin, musik Ghazal, sastra lisan Gurindam serta sejarah kemaritiman yang kuat. Kekayaan tersebut memberikan ruang bagi lahirnya cerita lokal dengan karakter yang khas.

Selain kekayaan budaya, perpaduan kawasan pesisir, hutan bakau dan kawasan industri menjadi lanskap visual yang memiliki karakter tersendiri. Potensi tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik lokasi produksi film sekaligus membuka peluang pengembangan wisata berbasis perfilman atau film tourism.

Namun, pengembangan perfilman daerah masih menghadapi persoalan distribusi. Sineas daerah kerap mengalami keterbatasan akses untuk membawa karya mereka ke jaringan bioskop komersial. Kondisi tersebut membuat karya yang telah diproduksi berpotensi kesulitan memperoleh penonton secara konsisten dan berkelanjutan.

Karena itu, diperlukan pola distribusi alternatif yang tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan bioskop komersial. Salah satu pendekatan yang ditawarkan adalah pemanfaatan platform digital serta pemutaran film secara langsung di tengah masyarakat.

Konsep tersebut juga dapat dikembangkan melalui model ekonomi kreatif atau moviepreneur. Pendapatan dapat diperoleh antara lain melalui tiket pemutaran, kerja sama sponsor, skema bagi hasil dan penjualan merchandise. Pendapatan tersebut kemudian dapat menjadi bagian dari modal untuk mendukung produksi karya berikutnya.

SinemaKita sebagai Ruang Distribusi

Dalam gagasan pengembangan ekosistem tersebut, SinemaKita diposisikan sebagai platform streaming OTT sekaligus jaringan distribusi alternatif bagi film independen berbasis komunitas.

Platform itu diharapkan dapat menjadi etalase digital bagi film pendek dan dokumenter karya sineas Dumai. Selain fungsi distribusi, platform digital juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengarsipan kebudayaan, khususnya dokumentasi seni dan tradisi Melayu yang dapat diakses oleh masyarakat maupun generasi mendatang.

Jaringan tersebut juga diarahkan untuk membuka akses karya lokal menuju festival film internasional dan komunitas sinema dunia. Dengan demikian, film dapat berfungsi sebagai salah satu sarana diplomasi budaya untuk memperkenalkan kekayaan Melayu pesisir Dumai kepada penonton di luar daerah maupun luar negeri.

Perkuat Talenta Muda

Pengembangan ekosistem perfilman tidak terlepas dari kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu langkah yang ditawarkan adalah pelatihan riset kebudayaan dan penulisan skenario berbasis etnografi lokal bagi anak muda Dumai.

Pelatihan tersebut dapat dilanjutkan dengan program inkubasi produksi yang memberikan dukungan teknis serta pendanaan mikro. Tujuannya agar sineas muda memiliki kesempatan menghasilkan karya dengan kualitas sinematografi yang semakin baik dan memiliki standar industri.

Ekosistem yang dibangun juga mencakup sejumlah sektor, mulai dari pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, kreasi dan produksi, pembiayaan serta investasi, distribusi dan eksibisi, hingga fasilitasi lokasi dan layanan produksi.

Selain itu, diperlukan sinergi lintas seni dan sektor serta sistem arsip dan dokumentasi budaya. Ketujuh unsur tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun industri perfilman daerah yang tidak berhenti pada produksi film semata.

Kolaborasi antara komunitas dan pemerintah juga menjadi salah satu aspek penting. Kebijakan lokal yang mendukung kegiatan perfilman kebudayaan diharapkan dapat menciptakan ruang yang lebih luas bagi sineas daerah.

Generasi Z dan milenial Dumai dapat dilibatkan dalam proses menggali dan menceritakan kembali sejarah lokal. Sementara itu, platform streaming dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi budaya dan jejaring diaspora Melayu dapat menjadi salah satu pintu untuk memperluas jangkauan karya.

Menuju Produksi Film Layar Lebar

Pengembangan perfilman Dumai dirancang melalui empat tahapan. Tahap pertama berupa inkubasi riset budaya dan pelatihan teknis sinematografi bagi sineas muda.

Tahap berikutnya diarahkan pada produksi serial film pendek dan dokumenter mengenai budaya pesisir Melayu. Setelah ekosistem mulai berkembang, tahap ketiga berfokus pada penguatan ekosistem perfilman Dumai. Tahap keempat diarahkan menuju produksi film layar lebar yang mengangkat Dumai.

Dari sisi ekonomi, pemanfaatan platform OTT diharapkan memberikan kesempatan bagi sineas Dumai menjangkau penonton yang lebih luas tanpa dibatasi faktor geografis maupun keterbatasan jaringan bioskop fisik.

Konsep monetisasi berkelanjutan juga diarahkan melalui skema bagi hasil yang transparan. Pendapatan dari distribusi karya diharapkan dapat kembali memberikan dukungan terhadap komunitas sehingga produksi karya berikutnya dapat terus berjalan.

Dengan kekayaan budaya Melayu pesisir, potensi talenta muda dan karakter lanskap yang khas, Dumai memiliki sejumlah modal untuk membangun identitas dalam perfilman Indonesia.

Tantangan berikutnya adalah membangun ekosistem yang mampu menghubungkan pendidikan, kreativitas, produksi, pembiayaan, distribusi dan apresiasi dalam satu rantai yang berkelanjutan.

Jika dapat diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak, perfilman tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat menjadi medium pelestarian budaya sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif masyarakat di Dumai.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Loreng di Tengah Anyaman Bambu: Saat Prajurit TMMD Belajar Kerajinan Keranjang Arang di Langkat
    TNI

    Loreng di Tengah Anyaman Bambu: Saat Prajurit TMMD Belajar Kerajinan Keranjang Arang di Langkat

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Sib
    • visibility 54
    • 0Komentar

    LANGKAT, SAIBERNEWS.COM | Di sebuah gubuk sederhana di Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, tawa pecah di antara bilah-bilah bambu yang berserakan. Beberapa prajurit berseragam loreng tampak berusaha serius, namun sesekali menyerah pada kelenturan bambu yang tak mudah ditaklukkan. Anyaman yang semula tampak sederhana itu ternyata menyimpan tantangan tersendiri. Beberapa kali susunan bambu terlepas, […]

  • Ahmad Jaini Alami Dugaan Tindak Penganiayaan Dengan Kekerasan

    Ahmad Jaini Alami Dugaan Tindak Penganiayaan Dengan Kekerasan

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle Tim
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Pasaman, Saibernews-–Peristiwa naas dialami Ahmad Jaini (34 tahun) seorang pedagang kaki lima yang berasal dari simpang kalam Nagari cubadak tengah, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman. Ia diduga menjadi korban pengeroyokan lebih dari satu orang yang terjadi di Pasar Panti pada tanggal 19 Maret 2026. Menurut keterangan Ahmad Jaini kepada media ini, peristiwa penganiayaan bermula ketika […]

  • Yasinan di Lapas Bandanaira: Mantapkan Spiritualitas Warga Binaan di Awal Tahun

    Yasinan di Lapas Bandanaira: Mantapkan Spiritualitas Warga Binaan di Awal Tahun

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle Stiven
    • visibility 89
    • 0Komentar

    ‎Banda Naira- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira gelar Yasinan bersama bagi Warga Binaan pada Kamis (8/1) malam di Musala At-Taubah. Seluruh Warga Binaan beragama Islam hadir dan mengikuti acara dengan penuh kekhusyukan. ‎Kegiatan dimulai usai salat magrib, dipandu oleh Ustaz Saleh Saad Minggu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banda. Suasana religius terasa ketika […]

  • Kongkalikong Mafia..! Diduga Aktivitas PETI di Solok Selatan Menggunakan Excavator Dugaan Dibekingi Oknum TNI.

    Kongkalikong Mafia..! Diduga Aktivitas PETI di Solok Selatan Menggunakan Excavator Dugaan Dibekingi Oknum TNI.

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Sugianto
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Sumatera Barat,SN ||Diduga Aktivitas Penambangan Emas Tampa Izin (PETI) di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, menggunakan excavator masi beroperasi, diduga aktivitas ini dilakukan pada siang dan malam di Muaro Sangir, Nagari Lubuk Ulang Aling, hingga Kecamatan Sangir Batanghari. Semua titik itu berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari, sungai terpanjang di Sumatera yang menjadi sumber kehidupan […]

  • “Jusuf Rizal” Relawan Prabowo Subianto dan Sebagai Ketum PWMOI Perjuangkan Rakyat, Diduga Juswandi Kristianto Biang Keroknya

    “Jusuf Rizal” Relawan Prabowo Subianto dan Sebagai Ketum PWMOI Perjuangkan Rakyat, Diduga Juswandi Kristianto Biang Keroknya

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Saibernews.com, Jakarta — Babak baru Perseteruan HM.Jusuf Rizal dan H.Juswandi, Ketum APBMI (Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia) kian memanas. Anggota Aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh TKBM Pelabuhan akan gruduk Kantor Pusat APBMI cari Juswandi. Mereka menilai Juswandi jadi biang kerok Koperasi TKBM mau digusur perannya di Pelabuhan. “Para pekerja akan mendatangi Juswandi. Kita mau […]

  • Terima Kunjungan Kepala BPOM Ambon, Lapas Geser Targetkan Produk VCO Warga Binaan Berstandar BPOM untuk Pasar UMKM.

    Terima Kunjungan Kepala BPOM Ambon, Lapas Geser Targetkan Produk VCO Warga Binaan Berstandar BPOM untuk Pasar UMKM.

    • calendar_month Sel, 9 Jun 2026
    • account_circle Stiven
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Geser – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menerima kunjungan strategis dari Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku di Ambon, Tamran Ismail, beserta rombongan, Selasa (9/6). Kedatangan rombongan BPOM ini disambut langsung oleh Kepala Lapas Geser, Nober Hasanda, yang didampingi oleh jajaran pejabat struktural. Dalam kesempatan tersebut, Nober menyampaikan bahwa Lapas Geser […]

expand_less Back to top