Breaking News
light_mode
Trending Tags

Akbar: APBD Harus Hadir Menjawab Masalah Rakyat,Fraksi KNN Sodorkan: Karhutla, Abrasi Hingga Aset Mangkrak

  • account_circle FHM
  • calendar_month Jum, 9 Okt 2026

Morotai,SAIBERNEWS.COM— Fraksi Kebangkitan Nurani Nasional (KNN) DPRD Kabupaten Pulau Morotai memberikan sejumlah catatan strategis terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pulau Morotai Tahun Anggaran 2026.

Pasalnya pandangan fraksi tersebut disampaikan Ketua Fraksi KNN, Akbar Mangoda, dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Pulau Morotai pada kamis (08/10/2026) terkait persetujuan bersama atas Rancangan Perda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Akbar mengatakan, Fraksi KNN mengapresiasi pemerintah daerah, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), seluruh perangkat daerah, serta jajaran yang telah menyelesaikan rangkaian pembahasan perubahan APBD 2026.

Namun, menurutnya, keberhasilan pembahasan perubahan APBD tidak semata-mata diukur dari selesainya tahapan administrasi dan proses pembahasan di lembaga legislatif.

Sementara itu bagi Fraksi KNN, ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana kebijakan anggaran tersebut mampu menjawab persoalan nyata yang sedang dihadapi masyarakat Morotai.

“APBD pada hakikatnya bukan sekadar angka-angka dalam dokumen keuangan daerah. APBD adalah instrumen kebijakan publik. Di dalamnya terdapat pilihan-pilihan pembangunan, hak masyarakat, serta tanggung jawab pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan, perlindungan dan kesejahteraan bagi rakyat,” tegas Akbar.

Disisi lain Fraksi KNN menilai perubahan APBD 2026 harus ditempatkan dalam konteks kondisi objektif yang sedang dihadapi masyarakat Morotai, terutama perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang berdampak terhadap kehidupan warga.

Akbar menyebut kemarau panjang telah menyebabkan kekeringan, meningkatkan risiko kerusakan tanaman pertanian, serta memperbesar ancaman kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.

Menurutnya, kebakaran tidak semata-mata dapat dilihat sebagai peristiwa alam. Dalam kondisi lingkungan yang sangat kering, aktivitas manusia yang tidak bertanggung jawab juga dapat memperbesar risiko kebakaran.

Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak hanya hadir ketika bencana sudah terjadi, tetapi juga memperkuat langkah mitigasi, pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan di lapangan.

“Pendekatan penanganan karhutla tidak boleh hanya bersifat reaktif setelah kebakaran terjadi. Pencegahan harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Fraksi KNN mendorong pemerintah daerah segera membentuk dan mengaktifkan Satuan Tugas Penanganan Karhutla tingkat Kabupaten Pulau Morotai.

Satgas tersebut, kata Akbar, harus memiliki sistem kerja yang jelas, mulai dari pemetaan wilayah rawan, pencegahan, edukasi masyarakat, kesiapsiagaan personel, koordinasi lintas sektor hingga penanganan ketika kebakaran terjadi.

Fraksi KNN juga menyoroti dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

Akbar meminta pemerintah daerah melakukan langkah mitigasi, termasuk memastikan ketersediaan sumber dan cadangan air bagi masyarakat, terutama petani yang kesulitan mendapatkan air untuk mempertahankan tanaman dan lahan pertanian.

Pemerintah juga didorong melakukan pendataan terhadap tanaman masyarakat yang mengalami kerusakan atau kematian akibat kekeringan.

“Petani tidak boleh dibiarkan menghadapi dampak perubahan iklim seorang diri,” tegasnya.

Menurut Akbar, pendataan tersebut penting agar intervensi pemerintah dapat dilakukan secara tepat, termasuk melalui dukungan sarana produksi dan program pemulihan sektor pertanian.

Fraksi KNN turut meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap ancaman abrasi di sejumlah wilayah pesisir Morotai.

Akbar mendorong pemerintah melakukan pemetaan dan kajian terhadap titik-titik abrasi yang telah mengancam permukiman, fasilitas umum, akses masyarakat maupun aktivitas ekonomi warga pesisir.

Apabila berdasarkan kajian teknis dan ketentuan yang berlaku kondisi tersebut memenuhi kriteria kedaruratan atau bencana, pemerintah diminta segera mengambil langkah sesuai kewenangannya.

“Ketika keselamatan dan kepentingan masyarakat terancam, pemerintah tidak boleh terlambat dalam bertindak,” katanya.

Untuk kondisi yang bersifat mendesak, Fraksi KNN juga mendorong pemerintah mempertimbangkan mekanisme Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan kemampuan keuangan daerah.

Akbar juga menyoroti kebutuhan pembangunan jalan lingkungan yang dinilai berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat.

Menurutnya, jalan lingkungan mungkin terlihat sederhana dalam perspektif perencanaan makro, tetapi memiliki fungsi penting bagi kehidupan warga.

Jalan lingkungan berkaitan dengan mobilitas masyarakat, akses pendidikan, pelayanan kesehatan, distribusi hasil pertanian hingga aktivitas ekonomi.

Karena itu, pembangunan jalan lingkungan harus disusun berdasarkan skala prioritas, tingkat urgensi, jumlah penerima manfaat dan kondisi riil masyarakat.

“Jangan sampai pembangunan hanya terkonsentrasi pada proyek-proyek besar, sementara kebutuhan dasar masyarakat di lingkungan permukiman belum terselesaikan,” tegas Akbar.

Fraksi KNN juga menyoroti keberadaan Morotai Mall sebagai salah satu aset daerah yang dinilai harus segera dioptimalkan.

Akbar meminta pemerintah daerah mengambil langkah konkret agar aset tersebut tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Morotai Mall, menurutnya, dapat diarahkan sebagai ruang bagi pelaku UMKM, perdagangan lokal, ekonomi kreatif serta berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.

“Morotai Mall harus diarahkan bukan sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi menjadi ruang bagi pelaku UMKM, perdagangan lokal, ekonomi kreatif dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah menyusun konsep pengelolaan yang profesional, transparan dan berkelanjutan sehingga aset tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan asli daerah.

Fraksi KNN juga meminta pemerintah mengevaluasi secara menyeluruh aset-aset pariwisata yang telah dibangun di berbagai wilayah Morotai.

Menurut Akbar, pembangunan infrastruktur pariwisata tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik tanpa kejelasan konsep pengelolaan dan manfaat ekonomi.

“Setiap aset harus memiliki konsep pengelolaan dan tujuan yang jelas. Jangan sampai pemerintah membangun aset, tetapi setelah selesai tidak terurus atau tidak memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat,” katanya.

Ia menilai optimalisasi aset pariwisata harus diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan pendapatan daerah.

Akbar menegaskan, seluruh catatan tersebut merupakan bagian dari sikap Fraksi KNN agar perubahan APBD 2026 benar-benar memiliki orientasi terhadap penyelesaian persoalan masyarakat.

“Anggaran harus hadir untuk menyelesaikan masalah, bukan sekadar menyelesaikan administrasi,” tegasnya.

Meski demikian sejumlah catatan dan rekomendasi, berdasarkan hasil pembahasan dan pencermatan terhadap perubahan APBD 2026, Fraksi KNN menyatakan menyetujui dan menerima Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Pulau Morotai Tahun Anggaran 2026 untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Persetujuan tersebut, kata Akbar, disertai harapan agar catatan strategis yang disampaikan fraksi dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dalam pelaksanaan anggaran.***

  • Penulis: FHM

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Benai Cegah Aktivitas PETI, 9 Rakit Stingkay di Sungai Langsat Ditertibkan

    Polsek Benai Cegah Aktivitas PETI, 9 Rakit Stingkay di Sungai Langsat Ditertibkan

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2026
    • account_circle Sugianto
    • visibility 6
    • 0Komentar

    KUANTANSINGINGI,SAIBERNEWS.COM– Polres Kuantan Singingi melalui Polsek Benai melakukan langkah pencegahan terhadap aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Langsat, Desa Geringging Jaya, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (7/10/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Benai IPTU Parsaulian Simanjuntak, S.H., M.H., bersama personel Polsek Benai. Petugas melakukan pengecekan setelah memperoleh informasi terkait keberadaan aktivitas PETI […]

  • Keberhasilan Gemilang Kembali dicatat Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Satu Malam Dua Lokasi Digerebek, 3 Pelaku Peredaran dan Pemakaian Sabu Dikandangkan.
    TNI

    Keberhasilan Gemilang Kembali dicatat Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan Satu Malam Dua Lokasi Digerebek, 3 Pelaku Peredaran dan Pemakaian Sabu Dikandangkan.

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Sib
    • visibility 81
    • 0Komentar

    MEDAN,SAIBERNEWS.COM  – Keberhasilan gemilang kembali dicatat Satuan Narkoba Polres Pelabuhan Belawan. Dalam waktu semalam saja, Jumat (8 Mei 2026), petugas berhasil membongkar sekaligus menggerebek dua lokasi yang dijadikan pusat peredaran dan penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Sebanyak tiga orang pelaku, yang terdiri dari dua pengedar dan satu pemakai, berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti. Penggerebekan pertama […]

  • 5 Tahun Eksis: Saung Peradaban Miliki 5.000 Anggota Sebar di 17 Kecamatan

    5 Tahun Eksis: Saung Peradaban Miliki 5.000 Anggota Sebar di 17 Kecamatan

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle Che
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Purwakarta, saibernews. com. – Komunitas atau organisasi yang bernama Saung Peradaban kini telah hadir dan berkiprah cukup lama di Kabupaten Purwakarta. Sudah sekitar 5 tahun lamanya, komunitas ini eksis dan terus berkembang hingga memiliki jumlah anggota yang cukup signifikan. Saat ini, tercatat kurang lebih ada 5.000 orang yang tergabung dalam Saung Peradaban. Mereka tersebar di […]

  • Lapas Saparua Rawat Sayur, Perkuat Kebutuhan Dapur Warga Binaan

    Lapas Saparua Rawat Sayur, Perkuat Kebutuhan Dapur Warga Binaan

    • calendar_month Jum, 3 Okt 2025
    • account_circle Stiven
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Saparua, Saibernews.com ||Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Saparua melaksanakan perawatan tanaman sayur berupa kangkung, pakcoy, dan sawi di lahan perkebunan milik lapas. Kegiatan ini dilakukan oleh warga binaan yang dipantau langsung oleh Ellen D Anakotta selaku Kasubsi Pembinaan dan petugas penjagaan berlangsung pada Kamis (02/10). Perawatan tanaman meliputi pembersihan rumput liar dan penyiraman secara rutin agar […]

  • PANIT SAMAPTA POLSEK DUMAI TIMUR TINJAU PEKARANGAN PANGAN BERGIZI, WUJUD NYATA DUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL

    PANIT SAMAPTA POLSEK DUMAI TIMUR TINJAU PEKARANGAN PANGAN BERGIZI, WUJUD NYATA DUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle Sukesih
    • visibility 53
    • 0Komentar

    DUMAI,SAIBERNEWS.COM  – Dalam upaya menyukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional, Panit Samapta Polsek Dumai Timur, AIPTU Darwin, bersama petani melaksanakan pengecekan dan monitoring Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) tanaman pakcoy di Jalan Karya Utama, Kelurahan Bukit Batrem, Kecamatan Dumai Timur, Kamis (25/6/2026) sekira pukul 10.00 WIB. Pengecekan dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal, mengetahui kondisi lahan, […]

  • Dandim 0201/Medan Tinjau Pembangunan Jembatan Penghubung Dua Kecamatan 

    Dandim 0201/Medan Tinjau Pembangunan Jembatan Penghubung Dua Kecamatan 

    • calendar_month Rab, 10 Jun 2026
    • account_circle Sib
    • visibility 50
    • 0Komentar

    MEDAN,SAIBERNEWS.COM |Komandan Kodim (Dandim) 0201/Medan Letkol Arm Delli Yudha Adi Nurcahyo, S.E.,M.M., melaksanakan peninjauan langsung progres pembangunan Jembatan Ex Rel Kereta Api yang menghubungkan Kelurahan Sukadamai,Gang Rel,Kecamatan Medan Polonia dengan Kelurahan Kampung Baru Gg. Perbatasan Kecamatan Medan Maimun (Sungai Deli),Medan, Rabu (10/6/2026) pagi. Peninjauan tersebut Dandim 0201/Medan didampingi Danramil 0201-05/Medan Baru Kapten Inf Sabur Utomo […]

expand_less Back to top