Demi Hindari Tunda Bayar, Plt Sekda Kuansing Drs. Muradi Jelaskan Alasan Pemeliharaan Gedung Abdoer Rauf TA 2026 Ditunda
- account_circle Sugianto
- calendar_month Rab, 14 Okt 2026

KUANTAN SINGINGI,– Menanggapi pemberitaan dan sorotan publik terkait kondisi Gedung Abdoer Rauf di Jalan Proklamasi, Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, serta anggaran pemeliharaan Rp 1,1 Miliar yang tercatat dalam SIRUP LKPP Tahun Anggaran 2026, Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Kuantan Singingi Drs. Muradi,M.Si akhirnya angkat bicara.
Plt Sekda Kuansing menegaskan, anggaran tersebut memang sempat direncanakan oleh Bagian Umum Setda, namun dengan pertimbangan kondisi keuangan daerah, kegiatan tersebut secara resmi tidak jadi dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2026.
“Benar, paket pemeliharaan Gedung Abdoer Rauf dengan pagu Rp 1,1 Miliar itu ada di RUP LKPP. Itu perencanaan awal. Namun karena alasan keterbatasan fiskal daerah, maka kegiatan ini tidak jadi kita laksanakan,” jelas Drs. Muradi kepada awak media, Rabu (14/10/2026).
Menurut Muradi, keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Saat ini Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi sedang melakukan efisiensi dan pengetatan anggaran secara menyeluruh, menyusul terbatasnya kemampuan keuangan daerah dan berkurangnya transfer dari Pemerintah Pusat.
“Kita khawatir apabila kegiatan ini tetap dipaksakan dilaksanakan sementara kemampuan keuangan daerah sangat terbatas, hanya akan menambah tunda bayar dan hutang daerah. Kita tidak ingin membebani APBD tahun berikutnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah penundaan ini merupakan bentuk kehati-hatian dan tanggung jawab Pemkab Kuansing dalam menjaga kesehatan fiskal daerah.
Pemkab lebih memilih mengamankan pembayaran kewajiban-kewajiban prioritas seperti gaji pegawai, layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur mendesak lainnya.
“Pemerintah daerah bertujuan baik. Daripada kegiatan dilaksanakan tapi akhirnya tidak terbayar dan menjadi hutang kepada pihak ketiga, lebih baik kita tunda. Ini demi menyelamatkan APBD agar tetap sehat,” ujar Muradi.
Terkait kondisi fisik gedung yang tampak kusam dan pagar berkarat seperti dalam foto yang beredar, Plt Sekda mengakui bahwa pemeliharaan ringan memang diperlukan. Namun dengan skala prioritas, anggaran yang ada difokuskan untuk hal-hal yang lebih mendesak.
Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi fiskal daerah saat ini. Kebijakan efisiensi ini dilakukan hampir di seluruh daerah di Indonesia, bukan hanya di Kuantan Singingi, sebagai dampak dari kebijakan keuangan nasional.
“Kami harap masyarakat paham. Ini bukan kelalaian. Ini kebijakan fiskal yang bertanggung jawab. Begitu fiskal daerah membaik, tentu pemeliharaan gedung-gedung pemerintah termasuk Gedung Abdoer Rauf akan menjadi perhatian kita kembali,” tutupnya.
Untuk diketahui, dua paket yang tercatat di LKPP tersebut adalah Paket Pemeliharaan dan Rehabilitasi Sarana dan Prasarana Gedung Abdoer Rauf Kode RUP 64240166 pagu Rp 1 Miliar dan Paket Pengawasan Kode RUP 64239733 pagu Rp 100 Juta, dengan total pagu Rp 1,1 Miliar.
Dengan adanya klarifikasi langsung dari Plt Sekda ini, diharapkan tidak ada lagi asumsi liar di tengah masyarakat terkait anggaran tersebut.
- Penulis: Sugianto









Saat ini belum ada komentar