Festival Layang-Layang Kuaw Raja Tebuk Isi 2026 Semarakkan Pantai Purnama, Budaya Melayu Terbang Tinggi di Dumai
- account_circle Sukesih
- calendar_month Ming, 26 Jul 2026

DUMAI – Pantai Wisata Purnama, Jalan Sri Andalas RT 07, Kelurahan Purnama, Kecamatan Dumai Barat, dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan Festival Layang-Layang Kuaw Raja Tebuk Isi 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Juli 2026, ini menjadi ajang pelestarian budaya Melayu sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga dari berbagai daerah.
Festival tahun ini diikuti peserta dari tiga daerah, yakni Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kota Pakning. Berbagai layang-layang tradisional dengan ragam bentuk dan corak menghiasi langit Pantai Purnama, menghadirkan suasana meriah sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan yang hadir.
Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga menjadi upaya nyata menjaga kelestarian permainan rakyat yang telah diwariskan secara turun-temurun. Para peserta berlomba secara sportif untuk meraih prestasi terbaik, dengan hadiah berupa uang tunai yang telah disiapkan panitia.
Penyelenggaraan festival mengacu pada komitmen pemerintah dalam memajukan kebudayaan, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, serta Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.
Kegiatan ini turut dihadiri Wali Kota Dumai, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Dumai, Danramil 01/Dumai, Kapolsek Dumai Barat, para camat se-Kota Dumai, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Dumai, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala sekolah, ketua RT, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.
Ketua panitia menyampaikan bahwa Festival Layang-Layang Kuaw Raja Tebuk Isi bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi wadah memperkuat persaudaraan lintas daerah, melestarikan budaya Melayu, serta menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kami berharap tradisi ini terus hidup dan diwariskan kepada generasi muda, sehingga budaya Melayu tetap menjadi identitas yang membanggakan bagi masyarakat Dumai dan Provinsi Riau,” ujarnya.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses. Festival ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang sebagai bentuk penghargaan atas semangat mereka dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah.***
- Penulis: Sukesih









Saat ini belum ada komentar