INDEKS UDARA MATI SAAT ASAP PEKAT, MASYARAKAT SOROT KELALAIAN PEMERINTAH RIAU
- account_circle B.MARBUN
- calendar_month Rab, 7 Okt 2026

PEKANBARU , Saibernews.com 7/10/2026. Kabut asap akibat pembakaran hutan semakin pekat menyelimuti Kota Pekanbaru, namun pemantauan kualitas udara justru tidak berfungsi. Masyarakat pun mempertanyakan keseriusan Pemerintah Provinsi Riau dalam menangani masalah ini.
Saat awak media Saibernews.Com melakukan pengambilan dokumentasi, warga yang hadir langsung bertanya: “Apakah alat ini hidup, Pak?”
Jawaban yang diberikan pun jujur namun memprihatinkan: “Tidak, alat ini mati.”
Papan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) / Pollutant Standard Index (PSI) yang berada di ruang publik terlihat tidak menampilkan data terkini, padahal kondisi udara di lapangan semakin memburuk akibat asap tebal hasil pembakaran hutan dan lahan.
Hingga saat ini, belum ada surat edaran resmi dari pihak berwenang berisi imbauan atau langkah perlindungan diri bagi masyarakat. Kelalaian ini dinilai tidak bisa ditoleransi publik.
Salah satu warga yang enggan menyebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya kepada awak media:
“Kami butuh juga perlindungan dari pemerintah. Kami kurang paham soal ISPU ini, kami hanya paham melihat hasilnya — berbahaya atau tidak. Tapi ini alatnya hidup atau mati pun tidak tahu. Jangan pemerintah nagih pajak cepat, tapi untuk menjaga kesehatan masyarakat justru disepelekan.”
Warga berharap pemerintah segera mengaktifkan kembali alat pemantau kualitas udara, menyebarkan informasi yang mudah dipahami masyarakat, serta mengeluarkan arahan perlindungan diri. Kondisi asap yang pekat dikhawatirkan berdampak luas pada kesehatan warga, terutama anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan.
Awak media Saibernews.Com akan terus memantau perkembangan dan menunggu tanggapan resmi dari Pemerintah Provinsi Riau terkait kelalaian ini.***
- Penulis: B.MARBUN









Saat ini belum ada komentar