Kecelakaan Maut di Depan Sekolah, Mobil Dinas Tabrak Pedagang dan Siswa; BADAK BANTEN Berduka dan Janji Kawal Proses Hukum
- account_circle Admin
- calendar_month Jum, 1 Mei 2026

PANDEGLANG, SAIBERNEWS.COM – Tragedi memilukan terjadi di Jalan AMD Lintas Timur, Kampung Cikole, tepatnya di depan Sekolah Dasar Negeri Sukaratu 5, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kecelakaan lalu lintas ini menelan korban jiwa dan melukai sejumlah orang, mayoritas adalah anak-anak sekolah.
Berdasarkan rekaman CCTV dan rekaman video yang diabadikan warga, sebuah kendaraan minibus jenis Toyota Innova berwarna hitam dengan nomor polisi A 1633 BF diketahui melaju dari arah berlawanan. Secara tiba-tiba, kendaraan tersebut menghantam seorang pedagang gorengan yang sedang melintas, sebelum kemudian terseret dan menabrak kerumunan siswa yang sedang beristirahat di area sekolah.
Kejadian yang berlangsung sangat cepat itu menyisakan kengerian bagi warga sekitar. Seorang saksi mata yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai kondisi pengemudi kendaraan.
“Saat dilihat dari dalam mobil, pengemudinya adalah pria paruh baya yang kondisinya terlihat kurang sehat. Bahkan hidungnya masih terpasang selang oksigen, entah ia memang sedang sakit atau baru saja pulang berobat,” ujar saksi tersebut.
Peristiwa ini mendapatkan perhatian serius dari organisasi kemasyarakatan setempat. TB. Arya, selaku Panglima Badan Aspirasi dan Apresiasi Kemajemukan Banten (BADAK BANTEN) Kabupaten Pandeglang, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas musibah tersebut, terutama yang menimpa para siswa.
“Kami segenap pengurus dan anggota BADAK BANTEN Pandeglang turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa adik-adik siswa dan korban lainnya. Kami juga menegaskan akan mengawal secara ketat proses hukum terhadap terduga pelaku, karena kejadian ini jelas terjadi akibat kelalaian yang berujung pada hilangnya nyawa seseorang,” tegas TB. Arya.
Dari informasi yang dihimpun, terduga pelaku kecelakaan tersebut diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pandeglang.
Secara keseluruhan, insiden ini mengakibatkan 7 orang menjadi korban, yang terdiri dari 1 pedagang gorengan, 1 tenaga penjual (sales), dan 5 orang siswa. Saat ini seluruh korban yang terluka mendapatkan penanganan medis intensif di RSUD Berkah Pandeglang. Sementara itu, satu orang korban jiwa telah disemayamkan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.***
- Penulis: Admin









Saat ini belum ada komentar