Ribuan Penikmat dan Pedagang Babi Melakukan Aksi Demo ke Kantor Wali kota Medan
- account_circle Red
- calendar_month Kam, 26 Feb 2026

Medan, SAIBERNEWS || Ribuan pedagang dan konsumen daging babi melakukan unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis. Massa menuntut dicabutnya Surat Edaran (SE) Wali Kota Medan nomor 500.7.1/1540 tanggal 13 Februari 2026 tentang Penataan Lokasi dan Pengelolaan Limbah Penjualan Daging Nonhalal di Kota Medan.
“Dari judulnya saja surat edaran tersebut sudah diskriminatif, ada kata nonhalal di sana. Kalau memang mau ditata, ditata semua, bukan hanya daging nonhalal saja,” ujar Koordinator Aksi, Lamsiang Sitompul saat diwawancarai, Kamis (26/2/2026).
Lamsiang yang juga Ketua Horas Bangso Batak mengatakan, dikeluarkannya SE tersebut dinilai tidak tepat. Hal ini, kata Lamsiang, limbah daging nonhalal bukan termasuk limbah yang berbahaya.
“Berbicara tentang limbah wali kota juga harus belajar ke dinas lingkungan hidup, limbah yang paling berbahaya adalah limbah B3, oli, kimia, zat beracun. Termasuk juga limbah medis. Kami tidak yakin rumah sakit di Kota Medan ini patuh terhadap manajemen limbah tersebut,” katanya.
Sementara itu, terkait lokasi, Lamsiang mengatakan pedagang pada umumnya berjualan mandiri di depan rumah. Ia menyesalkan Pemkot Medan hanya menyoroti pedagang yang banyak berjualan di tepi jalan.
“Banyak pedagang lain yang berdagang di trotoar, di tepi jalan. Bukan hanya pedagang daging nonhalal saja,” tambahnya.
Menurut Lamsiang, pihaknya meminta agar SE tersebut dicabut. Ia menyebut, masih banyak hal penting yang seharusnya diperhatikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Medan.
“Soal urgensi, ini bukan hal yang mendesak. Ada masalah lebih serius di Kota Medan, termasuk banjir yang menelan nyawa, juga narkoba dan korupsi serta pelayanan publik. Itu dulu yang diurusi, bukan yang lain,” ucapnya.
Massa aksi juga meminta Wali Kota Medan Rico Waas untuk hadir dan menemui massa. Namun, dari amatan awak media pihak Pemkot Medan meminta perwakilan aksi masuk ke kantor walikota untuk melakukan audiensi namun hingga berita ini diturunkan belum ada perwakilan yang bisa menyampaikan hasil pertemuan tersebut. ***
- Penulis: Red








Saat ini belum ada komentar