Banjir Kepung Medan Labuhan, Ribuan Rumah Terendam, Warga BTN Angkatan Laut Terparah
- account_circle Sib
- calendar_month Kam, 10 Sep 2026

MEDAN LABUHAN — Hujan deras yang mengguyur Kota Medan rabu malam (9/9/2026) membuat sejumlah kawasan di Kecamatan Medan Labuhan terendam banjir. Kelurahan Besar menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah.Kamis,(10/9/2026)
Diperkirakan ribuan rumah warga terdampak banjir. Genangan terparah dilaporkan terjadi di kawasan Komplek BTN Angkatan Laut, Lingkungan X dan Lingkungan XI.yang ketinggian air bisa sampai sedada orang dewasa
Pantauan awak media di lokasi, kondisi banjir membuat warga mulai meninggalkan rumah masing-masing. Anak-anak, ibu-ibu hingga warga lanjut usia (lansia) terlihat mengungsi ke tempat yang dianggap lebih aman.
Namun, tidak semua warga memilih meninggalkan rumah. Sebagian masih bertahan di kediamannya masing-masing sambil menunggu kondisi air berangsur surut.
Situasi tersebut membuat warga berharap pemerintah bergerak cepat memberikan bantuan dan memastikan keselamatan masyarakat yang terdampak.
Masjid Al Hijrah Mulai Keterbatasan Daya Tampung
Salah satu lokasi yang menjadi tempat warga menyelamatkan diri adalah Masjid Al Hijrah. Namun, kapasitas tempat pengungsian di lokasi tersebut kini disebut mulai terbatas karena semakin banyak warga yang membutuhkan tempat aman.
Warga berharap pemerintah segera menambah lokasi pengungsian serta menyediakan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak, khususnya anak-anak dan lansia.
“Warga mengatakan sudah jenuh menghadapi banjir ini, tiap tahun debit air semakin tinggi Kami berharap pemerintah langsung tanggap melihat situasi saat ini. Untuk tempat mengungsi di Masjid Al Hijrah juga sudah sangat terbatas,” ujar seorang warga.
BNPB Turunkan Perahu Karet
Di tengah kondisi banjir yang masih melanda, upaya evakuasi mulai dilakukan. Hingga Kamis pagi, BNPB Kota Medan terlihat menerjunkan perahu karet untuk membantu mengevakuasi warga dari kawasan terdampak menuju lokasi yang lebih aman.
Kehadiran perahu karet tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjangkau warga yang masih bertahan di rumah maupun mereka yang membutuhkan pertolongan untuk keluar dari kawasan yang terendam.
Kepling: Warga Mengungsi ke Masjid dan Rumah Keluarga
Kepala Lingkungan (Kepling) BTN, Budi Hartaty, mengatakan sebagian warga telah mengungsi akibat banjir.
Menurutnya, warga memilih mengungsi ke sejumlah lokasi. Sebagian berada di Masjid Al Hijrah, sementara sebagian lainnya memilih keluar dari kawasan tersebut dan mengungsi ke rumah keluarga.
“Untuk saat ini warga sudah ada yang mengungsi, baik di Masjid Al Hijrah, dan ada juga yang keluar ke tempat keluarga. Kita berharap banjir ini cepat surut,” ungkap Budi Hartaty kepada awak media.
Budi berharap kondisi banjir segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas dan kembali ke rumah masing-masing.
Sementara itu, warga meminta pemerintah tidak hanya fokus pada proses evakuasi, tetapi juga segera memastikan ketersediaan tempat pengungsian, makanan, air bersih serta kebutuhan lainnya selama banjir masih merendam permukiman.
Hingga Kamis pagi, situasi di sejumlah titik Kelurahan Besar masih dalam pemantauan. Proses evakuasi warga juga terus dilakukan oleh petugas di lapangan di pandu kepling dan pemuda setempat.***
(Red)
- Penulis: Sib









Saat ini belum ada komentar