Dugaan Pesta Narkoba Seret Nama Anak Bupati Pelalawan, Publik Desak Aparat Bertindak Transparan
- account_circle SG
- calendar_month Sel, 26 Mei 2026

Riau,SAIBERNEWS.COM – Nama inisial AF, yang disebut sebagai anak Bupati Pelalawan, dikabarkan diduga terlibat dalam pesta narkoba di salah satu klub malam di Pekanbaru. Isu ini memantik sorotan publik dan tuntutan agar aparat penegak hukum bertindak terbuka, profesional, dan tanpa pandang bulu.
Masyarakat Kabupaten Pelalawan dihebohkan dengan beredarnya sejumlah photo anak pejabat terjaring tengah pesta Narkoba salah satu club malam di Kota Pekanbaru dalam kegiatan yang digagas Detasemen Polisi Militer (Denpom) Kodam XIX Tuanku Tambusai pada Sabtu (23/5) malam.
Dalam penangkapan dan photo yang tersebar itu terlihat petugas menemukan dia jenis narkoba, diantaranya diduga satu bungkus Sabu dalam plastik klep merah dan dugaan ganja sebanyak 2 bungkus.
Terjeratnya sejumlah nama anak pejabat Pelalawan, hingga anak perwira polres Pelalawan itu tentunya sangat berbanding terbalik dengan gencarnya Pemerintah Kabupaten Pelalawan yang menggaungkan perang terhadap narkoba, selain itu juga terlihat beberapa POD yang dicurigai sebagai narkoba.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak yang disebut dalam isu tersebut. Awak media mengedepankan asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait.
Fakta dan Sorotan Publik
Berdasarkan informasi yang beredar, lokasi kejadian diduga berada di salah satu klub malam di Kota Pekanbaru. Pihak yang disebut terlibat adalah inisial AF. Statusnya saat ini masih dugaan, karena belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum.
Tuntutan utama yang muncul dari publik adalah agar proses hukum berjalan tuntas, transparan, dan tanpa tebang pilih.
“Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Jika memang ada dugaan kuat, aparat harus berani membuka fakta secara terang kepada publik,” tulis salah satu warganet dalam komentar yang beredar.
Tuntutan Publik
Masyarakat mendesak empat hal utama terkait kasus ini
1. Usut tuntas dugaan keterlibatan tanpa pandang bulu.
2. Proses hukum harus transparan dan disampaikan ke publik.
3. Jangan ada perlindungan kekuasaan atau ‘main mata’.
4. Hukum harus berdiri di atas prinsip kesetaraan.
Catatan Redaksi: Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak yang disebut dalam isu tersebut. Redaksi saibernew.com siap memuat klarifikasi atau hak jawab dari pihak-pihak terkait.***
- Penulis: SG









Saat ini belum ada komentar