Gebrakan Tantri: Dumai Bikin Pesta Melayu, 4 Negara ASEAN Ikut Ngumpul di Pantai!
- account_circle Sukesih
- calendar_month Rab, 5 Agu 2026

DUMAI,SAIBERNEWS.COM – Kota minyak bersiap jadi kota budaya. Di bawah komando Tantri Subekti, http://S.Pd., Dumai akan kedatangan tamu istimewa: sastrawan, seniman, dan budayawan dari 4 negara ASEAN. Panggungnya bukan gedung megah, tapi pasir Pantai Tantrayana.
Acara itu bernama Kemah Sastra Seni Budaya ASEAN 2026 dan akan digelar 11–13 September 2026 di Pantai Tantrayana, Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai, selama 3 hari 2 malam.
Rapat koordinasi pemantapan sudah digelar Selasa (4/8/2026) di Gedung Wan Dahlan Ibrahim, Media Center Dumai. Hadir Asisten II Setda Dumai Hj. Yusmanidar, Kepala Diskopar Agus Gunawan, unsur Forkopimda, camat, lurah, hingga seluruh panitia.
Ketua Panitia Tantri Subekti menyebut ini bukan sekadar festival.
“Ini event perdana yang kami rancang dengan semangat kolaborasi lintas negara. Harapan kami, kegiatan ini jadi agenda budaya tahunan yang membanggakan Dumai sekaligus mempererat persaudaraan bangsa-bangsa serumpun di ASEAN,” ujarnya.
Dukungan Pemko Dumai disebut Tantri jadi bahan bakar utama agar acara ini naik kelas ke level internasional.
Asisten II Hj. Yusmanidar mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, ini peluang emas memperkenalkan budaya Melayu, pariwisata, dan potensi Dumai ke mata dunia.
Senada, Kepala Diskopar Agus Gunawan menyatakan siap mendukung penuh. “Kami ingin Kemah Sastra ASEAN ini jadi magnet baru untuk pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi budaya daerah,” katanya.
Siapa saja yang datang?
Panitia menargetkan sekitar 150 peserta dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Singapura. Selama kemah, mereka akan isi dialog sastra, pertunjukan seni budaya, promosi kuliner tradisional, sampai wisata bahari naik pompong. Semua dikemas untuk mengangkat kekayaan budaya Melayu.
Deretan nama besar juga akan hadir: Budi Sumarno, Bejo Sulistyo, Prof. Alaidin Koto, Prof. Husnus Abadi, Prof. Galang Asmara, dan Datuk Seri Paduka Ramli. Turut serta sastrawan, budayawan, akademisi, seniman, dan tokoh perfilman dari lima negara ASEAN.
Struktur panitia diperkuat Muhammad Irhan alias Ucu sebagai Wakil Ketua, Muhammad Kahar Jami atau Wak Jek sebagai Sekretaris, Sarinah sebagai Bendahara, Vira sebagai Bendahara II, Pak Chip Malaya sebagai Koordinator Hubungan Internasional, dan Ibu Aprillia sebagai Koordinator Acara.
Bagi Tantri, Kemah Sastra ini adalah langkah awal menjadikan Dumai bukan hanya gerbang industri, tapi juga gerbang budaya Melayu di ASEAN.
“Kalau budaya kita kuat, nama Dumai akan ikut kuat,” tutupnya.***
- Penulis: Sukesih
- Editor: Sib









Saat ini belum ada komentar