Rumah Kosong di Marelan di Duga Jadi Sarang Narkoba dan Markas Penjahat, Warga Teror hingga Rumah Nyaris Terbakar
- account_circle Gito
- calendar_month Jum, 1 Mei 2026

MEDAN MARELAN, – Sebuah rumah kosong di Gang Mufakat, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, berubah menjadi lokasi yang mencekam bagi warga sekitar. Bangunan tak berpenghuni ini diketahui dijadikan tempat berkumpulnya para pelaku kejahatan, transaksi, dan penyalahgunaan narkoba, bahkan menjadi sumber teror yang nyaris menelan korban jiwa.
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun media ini, setiap malam bangunan tersebut selalu ramai didatangi oleh kelompok pemuda dan wanita. Mereka tidak hanya berasal dari warga lokal, tetapi juga banyak yang datang dari wilayah Belawan. Di tempat itu, mereka bebas mengonsumsi narkoba jenis sabu.
Yang membuat warga semakin ketakutan, salah satu orang yang diduga sering berkumpul di lokasi mengaku kepada warga setempat bahwa dirinya adalah mantan terpidana kasus pembunuh. Ia bahkan sempat mengancam, “Kalau saya merasa diganggu, saya habisi saja,” ungkap warga menirukan ucapan orang tersebut, Kamis (30/4).
Ancaman dan gangguan itu bukan sekadar omongan. Tukini (68 tahun), warga yang rumahnya bersebelahan langsung dengan lokasi tersebut, menjadi korban nyata. Ia menceritakan peristiwa mengerikan yang menimpa keluarganya.
“Kejadiannya Kamis pagi sekitar pukul 05.50 WIB. Saya melihat asap mengepul tebal, ternyata api sudah mulai membesar membakar bagian dapur dan menjebol atap asbes kamar mandi rumah kami. Saya dan suami panik, berteriak minta tolong sambil menyiram air pakai ember. Untung ada warga lain yang bantu memadamkan, kalau tidak habislah rumah dan nyawa kami,” ujarnya dengan nada bergetar.
Usai kejadian, Tukini langsung menanyai salah satu orang yang berada di dalam rumah kosong bernama Wagino. Namun ia mengaku tidak tahu-menahu dengan alasan sedang tidur. Padahal, saat kejadian berlangsung, bangunan itu terlihat ramai dikunjungi orang.
“Mustahil mereka tidak tahu! Jelas ini dilakukan secara sengaja untuk meneror kami,” tegasnya.
Kejadian ini sempat dilaporkan kepada Kepala Lingkungan (Kepling) setempat, Bambang. Namun warga kecewa dengan respon yang diberikan. Menurut keterangan warga, setelah datang bertanya dan menegur wanita yang ada di lokasi, Kepling tersebut langsung pergi tanpa menindaklanjuti lebih lanjut. Warga pun menilai Kepling seolah membiarkan aktivitas ilegal itu terus berlangsung padahal sudah mengetahui kondisinya.
Saat tim media melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada dini hari pukul 02.10 WIB, terlihat jelas bekas pembakaran pada tiang kayu dan papan bangunan kosong tersebut. Di dalamnya juga masih terlihat ada sejumlah orang tak dikenal yang berkeliaran.
Karena kondisi yang semakin tidak aman, warga dan masyarakat luas kini mendesak aparat terkait untuk segera bertindak. Mereka meminta perhatian serius dari Kapolres Pelabuhan Belawan, Camat Medan Marelan, Kapolsek Medan Labuhan, dan Lurah Terjun untuk menindak tegas para pelaku, mengusut tuntas kasus pembakaran, dan membebaskan lingkungan dari ancaman kejahatan sebelum jatuh korban yang lebih parah.***
- Penulis: Gito








Saat ini belum ada komentar