Musancab VI PDIP Medan Tuntas, Hasyim Minta Kader Kembali Solid hingga Akar Rumput
- account_circle Sib
- calendar_month Sel, 25 Agu 2026

MEDAN,SAIBERNEWS.COM — PDI Perjuangan Kota Medan menuntaskan pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) VI se-Kota Medan di Tiara Convention Center, Selasa (25/8/2026). Forum konsolidasi lima tahunan tersebut menetapkan kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) periode 2025–2030 sekaligus menjadi momentum memperkuat struktur partai hingga tingkat ranting dan anak ranting.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Hasyim, SE, dalam forum tersebut menegaskan seluruh kader harus kembali bersatu setelah proses Musancab selesai. Menurutnya, perbedaan dalam proses organisasi tidak boleh berlanjut menjadi perpecahan di internal partai.
“Setelah Musancab tidak ada lagi perbedaan. Mari kita lanjutkan langkah konsolidasi dan menjaga marwah partai,” kata Hasyim.
Hasyim mengatakan pelaksanaan Musancab merupakan bagian dari mandat organisasi yang diatur dalam AD/ART PDI Perjuangan. Karena itu, seluruh kader diminta menghormati keputusan organisasi dan tetap menjalankan garis perjuangan partai.

“Keputusan DPD partai sudah mengikat dan final. Mari kita hormati keputusan tersebut, tetap berada di garis perjuangan partai, berkontribusi dan terus berkoordinasi dengan tiga pilar partai demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh PAC yang telah terbentuk segera melakukan konsolidasi ke tingkat ranting dan anak ranting di seluruh wilayah Kota Medan. Konsolidasi tersebut ditargetkan rampung pada Oktober 2026 sesuai ketentuan organisasi.
“Mari kita kokohkan persatuan dan kesatuan, bulatkan tekad demi perjuangan rakyat,” katanya.
Rapidin Soroti Keadilan Sosial
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon, MM, yang membuka Musancab VI, mengingatkan kader agar menjadikan perjuangan untuk keadilan sosial sebagai bagian utama dari kerja politik partai.
Rapidin menyampaikan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sekaligus mengingatkan kembali semangat perjuangan Bung Karno.
Menurutnya, kemerdekaan Indonesia harus diwujudkan melalui terpenuhinya hak dan kesejahteraan masyarakat.
“Sekarang kemerdekaan belum dinikmati seluruh rakyat Indonesia. Masih ada banyak warga yang belum mendapatkan kebutuhan sebagaimana mestinya. Kekayaan alam juga masih banyak yang hanya dinikmati segelintir orang, sementara pendidikan anak-anak kita masih belum sepenuhnya terpenuhi,” ujarnya.
Rapidin secara khusus meminta anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan untuk aktif menyuarakan persoalan ketidakadilan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui fungsi legislatif.
“Saya mengajak seluruh anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, sesuai arahan Ketua Umum, supaya bersuara mengenai ketidakadilan untuk kemajuan bangsa dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Ia juga berpesan kepada para ketua PAC terpilih agar menjadi pelopor sekaligus teladan bagi kader di wilayah masing-masing.
“Siapa pun yang menjadi pengurus PAC harus menjadi pelopor partai dan kader yang menjadi teladan, seperti semangat Bung Karno. Banyak kader kita yang lahir untuk memikirkan bangsa ini, bukan memikirkan diri sendiri. Jangan memikirkan nafsu dan jabatan,” tegas Rapidin.
Rapidin menekankan bahwa perbedaan pandangan di internal partai tidak boleh membuat kader saling berhadapan.
“Lawan politik kita bukan kader PDI Perjuangan. Lawan kita adalah di luar sana. Mari kita solid dan bersatu,” ujarnya.
Ia optimistis konsolidasi organisasi yang dilakukan hingga tingkat akar rumput dapat memperkuat perolehan suara PDI Perjuangan Kota Medan pada pemilu mendatang.
“Saya yakin DPC Medan bisa meraih lebih dari 35 persen untuk menjadi anggota legislatif,” katanya.
PAC Diminta Aktif Turunkan Program ke Masyarakat
Rapidin juga meminta anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan melibatkan struktur partai dalam kegiatan wawasan kebangsaan, sosialisasi peraturan daerah maupun reses.
Menurutnya, keterlibatan struktur partai penting agar program dan aspirasi yang dibawa anggota legislatif dapat tersambung dengan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.
“Kita bekerja ke bawah, ke akar rumput, karena rakyatlah pemegang suara. Saya mengajak seluruh kader partai yang duduk di legislatif agar membantu membawa program partai dari pusat sampai ke akar rumput,” katanya.
Sebelumnya, mewakili seluruh ketua PAC se-Kota Medan, Ketua PAC Medan Area Boby Christian Halim mengatakan Musancab menjadi momentum untuk mengevaluasi kepengurusan sekaligus memperkuat struktur partai.
“Musancab VI ini menjadi momentum untuk mengevaluasi seluruh pengurus dan memastikan program-program PDI Perjuangan terus turun ke masyarakat. Mari kita tetap solid bersama dan menjadikan partai ini sebagai benteng bagi kepentingan rakyat,” ujarnya.
Kepengurusan PAC Lama Demisioner
Dalam Musancab VI tersebut, seluruh PAC PDI Perjuangan se-Kota Medan menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan kegiatan selama masa bakti 2019–2024 yang diperpanjang hingga 2026.
Setelah laporan pertanggungjawaban diterima, kepengurusan PAC periode sebelumnya dinyatakan demisioner. Selanjutnya, kepengurusan PAC periode 2025–2030 ditetapkan.
Tiga PAC dengan perolehan suara terbanyak pada Pemilu 2019–2024, yakni PAC Medan Kota, Medan Tuntungan dan Medan Petisah, juga menerima penghargaan dan plakat dari DPC PDI Perjuangan Kota Medan bersama anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDI Perjuangan.
Adapun ketua PAC PDI Perjuangan se-Kota Medan yang tercantum dalam hasil Musancab VI periode 2025–2030 adalah:
1. Medan Polonia — Rajid
2. Medan Johor — Jait Mi Piter
3. Medan Maimun — Teksin
4. Medan Selayang — Marlen Ginting
5. Medan Tuntungan — Ebenezer Ginting
6. Medan Sunggal — Johanes Hutagalung
7. Medan Petisah — Leo Siahaan, SH
8. Medan Baru — Teretede Telembanua
9. Medan Barat — Niko Brahmana
10. Medan Area — Dr. Boby Christian Halim, SH., MH.
11. Medan Amplas — Kawar Beni Sembiring
12. Medan Denai — Jon Martin Lumban Gaol
13. Medan Timur — Rit Lisa Barus, SH
14. Medan Perjuangan — Monang Panjaitan
15. Medan Tembung — Harapan Manurung
16. Medan Deli — Guntur Parulian Turnip
17. Medan Labuhan — Rion Arios, SH., MH.
18. Medan Belawan — Maju Hinsa Silaban
19. Medan Kota — Rita Julia
20. Medan Helvetia — Jonlis Purba
21. Medan Marelan — Indah Tobing, S.Si.
Pelaksanaan Musancab VI ditutup dengan penegasan pentingnya menjaga soliditas internal, memperkuat konsolidasi organisasi, serta meningkatkan kehadiran kader di tengah masyarakat.
Dengan terbentuknya kepengurusan PAC baru, PDI Perjuangan Kota Medan selanjutnya diarahkan untuk mempercepat konsolidasi hingga tingkat ranting dan anak ranting sebagai bagian dari penguatan organisasi menjelang agenda politik mendatang.***
- Penulis: Sib








Saat ini belum ada komentar