HUT ke-81 RI, Muhammad Apir: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Pengabdian dan Keberpihakan kepada Rakyat
- account_circle Riskal
- calendar_month Sen, 17 Agu 2026

Saibernews.com, PASAMAN — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali merefleksikan makna kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun negeri.(16/8)
Bagi Muhammad Apir, Anggota DPRD Kabupaten Pasaman dari Fraksi Partai Demokrat, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati dengan upacara dan berbagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kemerdekaan harus diisi dengan pengabdian, kerja nyata dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.
“81 tahun Indonesia merdeka harus menjadi momentum bagi kita untuk terus berbuat dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, persatuan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Muhammad Apir.
Menurutnya, semangat perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini untuk meneruskan cita-cita kemerdekaan melalui pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat
Muhammad Apir mengatakan, semangat tersebut sejalan dengan komitmen Partai Demokrat yang sejak awal menempatkan rakyat sebagai bagian penting dalam perjuangan politik.
Ia mengingatkan pesan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bahwa Demokrat harus terus hadir bersama rakyat dan menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa.
Menurutnya, politik pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat.
“Pesan Ketua Umum AHY jelas, Demokrat harus terus bersama rakyat. Bagi kami yang berada di daerah, semangat itu harus diwujudkan dengan hadir mendengar aspirasi masyarakat, memperjuangkannya dan ikut mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Komitmen tersebut, lanjut Muhammad Apir, menjadi penting terutama bagi kader Demokrat yang mendapatkan amanah sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif.
“Menjadi anggota DPRD bukan hanya soal jabatan, tetapi amanah. Ada tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Kemerdekaan Harus Membawa Kesejahteraan
Muhammad Apir menilai ukuran keberhasilan mengisi kemerdekaan tidak hanya dapat dilihat dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat.
Pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, pertanian, infrastruktur serta kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang harus menjadi perhatian bersama.
“Kita ingin kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat. Masyarakat harus mendapatkan kesempatan untuk hidup lebih baik, anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, petani mendapatkan dukungan, dan generasi muda memiliki ruang untuk berkembang,” ungkapnya.
Ia juga mengajak masyarakat Pasaman untuk menjaga persatuan dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk saling menjauh.
Menurutnya, semangat kebersamaan merupakan modal penting dalam membangun daerah.
“Perbedaan adalah bagian dari demokrasi. Tetapi setelah semua proses politik selesai, kita kembali menjadi satu sebagai masyarakat Pasaman. Yang harus kita kedepankan adalah kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Mengajak Generasi Muda Melanjutkan Perjuangan
Dalam momentum HUT ke-81 RI, Muhammad Apir secara khusus mengajak generasi muda Pasaman untuk mengambil peran dalam pembangunan.
Menurutnya, perjuangan generasi sekarang tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata seperti para pahlawan dahulu, tetapi melalui pendidikan, prestasi, kreativitas, kerja keras dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kalau dahulu para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas kita sekarang adalah mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Anak-anak muda harus menjadi generasi yang produktif, berprestasi dan memiliki kepedulian terhadap daerahnya,” katanya.
Ia berharap semangat kemerdekaan dapat menjadi energi baru bagi seluruh masyarakat Pasaman untuk bergerak bersama membangun daerah.
Sebagai kader dan wakil rakyat dari Partai Demokrat, Muhammad Apir menegaskan dirinya akan terus berupaya menjalankan amanah masyarakat dengan tetap membuka ruang komunikasi dan menyerap aspirasi dari berbagai lapisan masyarakat.
“Demokrat harus terus dekat dengan rakyat. Kita tidak boleh hanya hadir ketika membutuhkan suara. Justru setelah mendapatkan amanah, kita harus semakin dekat dan semakin banyak mendengar masyarakat,” pungkasnya.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari isi kemerdekaan dengan pengabdian, persatuan dan kerja nyata untuk rakyat.***
- Penulis: Riskal









Saat ini belum ada komentar